Portalarjuna.net Malang – Upaya mengenalkan potensi usaha lokal terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Desa Bocek. Salah satunya melalui kegiatan edukasi lapangan di rumah produksi tahu milik Bapak Aspali 25 – 7 – 26, yang menjadi salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bocek. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses pembuatan tahu sekaligus mengenal lebih dekat pengelolaan usaha berbasis pangan yang berkembang di masyarakat.
Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa mengikuti setiap tahapan produksi secara langsung, mulai dari proses pengolahan bahan baku hingga tahu siap dipasarkan. Pemilik usaha menjelaskan bahwa produksi diawali dengan pemilihan kedelai berkualitas, kemudian direndam untuk melunakkan teksturnya sebelum memasuki proses penggilingan. Hasil gilingan selanjutnya direbus dan disaring untuk memperoleh sari kedelai, yang kemudian dicampur dengan bahan penggumpal hingga membentuk endapan tahu. Setelah itu, adonan dicetak, dipres, dan dipotong sesuai ukuran sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
Selain mengamati proses produksi, mahasiswa juga berdialog dengan Bapak Aspali mengenai pengelolaan usaha, strategi menjaga kualitas produk, serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mempertahankan daya saing di tengah perubahan harga bahan baku dan kebutuhan pasar.
Koordinator KKN Kelompok 16 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan mempertemukan mahasiswa dengan praktik nyata di lapangan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memahami secara langsung bagaimana proses produksi tahu dilakukan oleh pelaku UMKM. Pengalaman ini memberikan gambaran bahwa mempertahankan kualitas produk memerlukan ketelitian, konsistensi, dan kerja keras,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Aspali mengaku senang dapat berbagi pengalaman kepada mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku UMKM dan perguruan tinggi menjadi langkah positif dalam memperkenalkan potensi usaha lokal sekaligus mendorong lahirnya gagasan baru untuk pengembangan usaha.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengetahui proses pembuatannya, tetapi juga memahami perjuangan di balik usaha ini. Semoga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika nantinya terjun langsung di tengah masyarakat,” tutur Bapak Aspali.
Kegiatan edukasi tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta. Mahasiswa memperoleh wawasan mengenai teknik produksi, manajemen usaha rumahan, hingga pentingnya menjaga standar mutu agar produk tetap dipercaya oleh konsumen.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 16 Desa Bocek tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membangun sinergi dengan pelaku UMKM melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Diharapkan, hasil pembelajaran tersebut dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang program pendampingan yang mendukung peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing UMKM di Desa Bocek.
Author: Achmad albazi




