Portalarjuna.net,Jatiarjo — The Grand Taman Safari Prigen kembali menggelar Roadshow International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 pada Sabtu dan Minggu (12–13/9). Kegiatan ini mengusung tema “From Lens to Legacy”.
IAPVC 2026 menjadi wadah bagi fotografer dan videografer untuk mengembangkan kemampuan. Kegiatan ini juga mengajak peserta mengenal fotografi satwa dan pesan konservasi lebih dekat.
IAPVC 2026 Diikuti Lebih dari 500 Peserta
Lebih dari 500 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di The Grand Taman Safari Prigen. Mereka memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan videografi.
Selain peserta, sekitar 27 media turut hadir untuk meliput rangkaian kegiatan IAPVC 2026.
Sejumlah jajaran petinggi Taman Safari Indonesia juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain pendiri Taman Safari Indonesia Jansen Manangsang, Presiden Direktur Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau, dan Chief Marketing Officer Alexander Zulkarnain.
General Manager The Grand Taman Safari Prigen Erwina Lemuell serta sejumlah Head of Department (HOD) The Grand Taman Safari Prigen juga turut hadir.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 16.05 WIB. Peserta memulai kegiatan dengan registrasi dan mengikuti sesi pemotretan Safari Journey hingga pukul 09.00 WIB.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi pemotretan bersama model. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut menuju acara pembukaan.
Dalam sesi pembukaan, peserta mendapatkan informasi mengenai IAPVC. Jajaran petinggi Taman Safari Indonesia juga menyampaikan sambutan.
Peserta kemudian mengikuti sesi berbagi mengenai fotografi bersama Marrysa Tunjung Sari. Mereka juga mendapat kesempatan berfoto bersama juri, jajaran petinggi Taman Safari Indonesia, sponsor, dan peserta lainnya.
Setelah istirahat makan siang, peserta kembali mengikuti sesi pemotretan kedua. Mereka kemudian mengumpulkan hasil foto melalui agenda On The Day Photo Submission.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.05 WIB.
Fotografi Jadi Media Penyampaian Pesan Konservasi
Humas The Grand Taman Safari Prigen, Aliefia Rizky Shopian, mengatakan IAPVC tidak hanya menjadi kompetisi fotografi dan videografi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya menyampaikan pesan konservasi.
“Selain ini bukan hanya sekadar lomba foto, tapi ini juga salah satu bentuk dari konservasi,” ujar Aliefia.
Menurut Aliefia, IAPVC 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-35. Pelaksanaan kegiatan di Taman Safari Indonesia juga dapat memperkuat pesan konservasi.
Taman Safari Indonesia memiliki keragaman hayati yang dapat menjadi objek pembelajaran dan fotografi bagi para peserta.
IAPVC 2026 mengangkat tema “From Lens to Legacy”. Tema tersebut menunjukkan bahwa karya fotografi tidak hanya menjadi dokumentasi atau kenangan.
Karya fotografi juga dapat menjadi media untuk mewariskan pesan konservasi kepada generasi berikutnya.
“Kita bisa wariskan apa sih makna-makna konservasi, terutama karena di sini adalah animal photo competition,” jelas Aliefia.
Peserta Mendapat Pengalaman Baru
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah setiap tahunnya. Aliefia menyebut jumlah peserta IAPVC tahun ini mencapai lebih dari 500 orang pada hari pertama dan kedua.
Salah satu peserta asal Surabaya, Afab (23), mengatakan ketertarikannya mengikuti IAPVC berawal dari hobinya di bidang fotografi. Kompetisi ini juga menjadi pengalaman pertamanya dalam melakukan fotografi satwa.
“Ini juga menjadi salah satu pengalaman buat aku tahu apa saja aspek yang diperlukan untuk fotografi, contohnya di animal photography,” ungkap Afab.
Menurut Afab, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru. Sebelumnya, ia belum pernah melakukan fotografi satwa secara langsung.
Ia berharap IAPVC berikutnya menghadirkan tantangan dan tema yang lebih beragam. Ia juga berharap jumlah peserta terus meningkat.
Peserta lainnya, Fafa (24), mengikuti IAPVC karena ingin kembali mengunjungi Taman Safari Prigen. Ia terakhir mengunjungi tempat tersebut saat masih duduk di bangku SMP.
Selain itu, Fafa melihat IAPVC sebagai kesempatan untuk bertemu fotografer lain. Ia juga ingin mendapatkan pengetahuan dari fotografer senior.
“Ada teman soalnya, maksudnya bisa kenal sama teman-teman baru. Dan ada sesepuh fotografi kan, bisa ambil ilmunya,” ujar Fafa.
Sementara itu, Abel (22), peserta asal Surabaya, tertarik mengikuti IAPVC karena mendapat kesempatan memotret satwa secara langsung di area Taman Safari Prigen.
Menurut Abel, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kunjungan biasa ke Taman Safari.
“Di sini aku dapat experience baru. Waktu kita turun dari mobil kita langsung motret hewan-hewan,” kata Abel.
Abel juga menilai kehadiran fotografer senior dan jajaran Taman Safari Indonesia memberikan pengalaman baru bagi peserta.
Meski demikian, ia berharap penyelenggara dapat memperpanjang durasi pemotretan pada IAPVC berikutnya. Dengan begitu, peserta memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi berbagai spot dan mendapatkan objek foto.
IAPVC Dorong Pesan Konservasi
Aliefia berharap penyelenggaraan IAPVC pada tahun-tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah. Ia juga berharap kegiatan tersebut semakin kuat dalam menyampaikan pesan konservasi.
“Diharapkan bukan hanya kita mendapatkan dari generasi sebelumnya, tapi kita juga bisa mewariskan untuk generasi selanjutnya,” tuturnya.
Melalui tema “From Lens to Legacy”, IAPVC 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi fotografer dan videografer untuk menghasilkan karya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya konservasi satwa. IAPVC menyampaikan pesan tersebut melalui kekuatan visual.
Author: Dahlia Anis Widowati






