Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 19 September 2026

Pelajar Purwodadi Belajar Pembibitan dan Komposting

Portalarjuna.net, Purwodadi — Sebanyak 40 pelajar dan lima guru pendamping SMPN 1 Purwodadi mengikuti Pelatihan Pembibitan Tanaman Lokal dan Komposting, Kamis (17/9/2026).

Enam peserta dari sekolah imbas Adiwiyata turut mengikuti kegiatan. Peserta terdiri atas dua guru dan empat siswa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pertamina AFT bersama Cempaka Foundation dalam program Restorasi Ekosistem Berbasis Pemberdayaan Komunitas Kader Konservasi untuk Penyelamatan Keanekaragaman Hayati Gunung Arjuno.

M. Yusuf dan Riki Siswanto dari Cempaka Foundation menjadi pemateri. Keduanya merupakan praktisi pembibitan dan komposting.

Pelatihan menggunakan komposisi 30 persen materi dan 70 persen praktik. Peserta mempelajari pemilihan dan penyemaian benih, penyiapan media tanam, serta pemeliharaan bibit.

Peserta juga belajar mengolah sampah organik menjadi kompos. Sekolah dapat memanfaatkan kompos tersebut sebagai bahan media tanam.

Siswa dan guru kemudian mempraktikkan pembibitan dan komposting secara langsung. Kegiatan ini memberi pengalaman yang dapat peserta terapkan di lingkungan sekolah.

Pelatihan juga mendorong peserta memanfaatkan Greenhouse dan teba yang telah tersedia di sekolah. Bibit dari Greenhouse nantinya mendukung kegiatan konservasi melalui penanaman di Blok Eyang Semar TAHURA dan hutan sekolah.

Sekolah juga dapat memanfaatkan kompos hasil produksi mandiri untuk memenuhi kebutuhan media tanam pembibitan.

Guru sekaligus Pendamping Adiwiyata SMPN 1 Purwodadi, Sri Yuli Astutik, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Cempaka yang disupport Pertamina AFT atas pelaksanaan Pelatihan Pembibitan dan Komposting yang telah diberikan kepada siswa SMPN 1 Purwodadi,” ujar Sri Yuli.

Menurut Sri Yuli, pelatihan tersebut bermanfaat untuk mendukung program Adiwiyata dan edukasi lingkungan hidup.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mendukung program Adiwiyata dan edukasi lingkungan hidup dalam pengelolaan sampah mandiri di sekolah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Greenhouse sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembibitan. Fasilitas tersebut juga menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal pembibitan tanaman lokal, pengelolaan sampah organik, dan konservasi keanekaragaman hayati.

 

Author: Dina Aulia Nisa

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial