portalarjuna.net, Pasuruan, 4 Juli 2026 — Menghadapi 908 santri baru dari berbagai penjuru Indonesia,mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan bukanlah perkara mudah. Namun, panitia Orientasi Santri Baru (OSABA) Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, sukses mengemas masa transisi tersebut menjadi momen yang hangat dan penuh semangat pada Sabtu (4/7/2026).
Sejak awal pendaftaran, panitia pengurus asrama telah mengantisipasi adanya dinamika emosional, seperti rasa haru dan rindu (homesick) yang dialami para santri baru saat berpisah dengan orang tua mereka.
Untuk mencairkan suasana, panitia menerapkan pendekatan yang ramah dan interaktif melalui metode dinamika kelompok. Skenario ini terbukti ampuh mengubah raut wajah sedih menjadi ceria dalam waktu singkat.
Acara dilaksanakan di aula Pancasila yang diawali sambutan kepala pondok dan ketua panitia,yang diikuti oleh sosialisasi UHPN dan sejarah Pondok Pesantren Ngalah. Tidak lupa ditambahkan mauidhoh hasanah dan motivasi oleh Gus Muhammada (salah satu pengasuh Pondok Pesantren). Acara ditutup dengan penampilan seluruh Ekstrakulikuler mulai dari Ishari,Albanjari,Gasmi,Amtsilati,Hingga music Gawat Darurat Sholawat.
“Teman-temannya seru dan asyik buat bermain,” ujar Kafa, salah satu santri baru di Asrama R, membuktikan keberhasilan para pengurus dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.
Langkah taktis panitia ini sejalan dengan arahan Kepala Pondok Pesantren Ngalah, Ustaz M. Faidlus Syukri. Dalam pembukaannya, beliau mengingatkan panitia dan santri mengenai esensi utama mondok.
“Tujuan kita sama, yaitu untuk menghilangkan kebodohan dan kemalasan. Menghilangkan kebodohan dengan belajar, serta menghilangkan kemalasan dengan mematuhi peraturan,” tegasnya, sembari menekankan pentingnya latihan kemandirian.
Melalui manajemen acara yang matang dari pihak panitia, OSABA satu hari ini sukses menghapus sekat canggung antar-santri. Panitia berharap fondasi kekeluargaan dan kedisiplinan yang telah diletakkan hari ini dapat menjadi modal utama para santri sebelum memasuki Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) reguler.
author: Nuraini Musrifah



















