Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 17 September 2026

Cegah Stunting di Desa Karangjati Pandaan, Program TJSL PT Organon Pharma Indonesia, Tbk. Salurkan Bantuan Beras Melalui Posyandu Stunting

Portalarjuna.net, Pandaan – Kegiatan Posyandu Balita digelar di Dusun Karangkepuh, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, pada Rabu (16/09/2026) mulai pukul 08.00 hingga 09.45 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Organon Pharma Indonesia, Tbk. yang berkolaborasi dengan Posyandu Desa Karangjati dalam upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Posyandu Stunting kali ini diikuti oleh 20 anak dengan kondisi stunting yang berasal dari 8 dusun di Desa Karangjati. Selain layanan rutin penimbangan balita, kegiatan turut diisi dengan penyuluhan kesehatan dan pencegahan stunting, penelitian kesehatan, hingga pembagian bantuan pangan berupa susu dari PT Indolakto Pandaan dan beras dari PT Organon.

Jumlah anak dengan kondisi stunting di Desa Karangjati tercatat sebanyak 65 anak pada tahun 2023, sebelum program TJSL Organon masuk ke Desa Karangjati. Angka itu terus menurun dari tahun ke tahun hingga tersisa 20 anak pada 2026.

Penurunan ini sejalan dengan target prevalensi stunting nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 17,5 persen pada tahun 2026, sebagai bagian dari peta jalan penurunan bertahap pasca tahun 2024 menuju target jangka panjang 14,2 persen pada 2029 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Program TJSL Organon di Desa Karangjati menjadi salah satu bentuk komitmen dukungan terhadap Program Strategis Nasional Pengentasan Stunting yang tengah digalakkan pemerintah.

Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner pre-test oleh para peserta, yang merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh dr. Revi dari Puskesmas Pandaan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan balita dan pencegahan stunting yang disampaikan langsung oleh dr. Revi.

Usai sesi penyuluhan, kader posyandu melakukan penimbangan balita sebagai layanan rutin. Peserta kemudian kembali mengisi kuesioner post-test guna mengukur pemahaman mereka setelah menerima materi penyuluhan.

Rangkaian acara ditutup dengan pembagian doorprize, senam bersama, serta penyerahan bantuan susu dari Indolakto dan beras dari Organon kepada warga.

Sejumlah warga peserta Posyandu Stunting turut membagikan pengalamannya selama mengikuti program bantuan beras dari Organon.

Wahyu Arifian, warga Dusun Sangarejo, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan beras rutin dari Organon karena perkembangan gizi anaknya menjadi lebih terpantau. Ia merasakan beberapa perubahan positif selama mengikuti program ini, seperti meningkatnya nafsu makan serta gizi dan kesehatan anak yang lebih terpantau.

“Program ini sudah cukup memuaskan dan sangat membantu keluarga kami,” ujar Wahyu Arifian.

Wahyu juga mengetahui beberapa program lain dari TJSL Organon di Desa Karangjati, salah satunya pembagian lauk pauk bergizi. Di akhir wawancara, ia menyampaikan harapannya agar program TJSL Organon ke depan turut menyediakan lapangan pekerjaan bagi pemuda desa, serta memperluas jangkauan penerima manfaat, terutama di bidang kesehatan.

Intan Puspitasari, warga Dusun Jatianom, menyampaikan bahwa program ini sangat membantu keluarganya, terutama sejak sang anak mengalami kenaikan berat badan dan peningkatan nafsu makan setelah rutin menerima bantuan beras dari Organon.

“Semenjak ikut program ini, berat badan anak saya mulai bertambah dan nafsu makannya meningkat,” ujar Intan Puspitasari.

Ia berharap ke depannya program ini dapat berjalan lebih terjadwal setiap bulan. Ibu Intan juga menyampaikan harapan agar TJSL Organon turut menghadirkan program untuk ibu dan anak, keluarga, serta posyandu lansia.

Sementara itu, Nazila, warga Dusun Sangarejo, yang baru pertama kali mengikuti Posyandu Stunting mengaku senang dengan pengalamannya.

“Programnya menyenangkan, tapi saya berharap ada edukasi soal cara menambah berat badan anak dan makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi,” ujar Nazila.

Ia mengungkapkan bahwa anaknya sebenarnya tidak pilih-pilih makanan, namun berat badannya tidak kunjung bertambah, sehingga edukasi gizi dirasa perlu ditambahkan dalam program ini. Sebagai masukan lain, Ibu Nazila mengusulkan agar TJSL Organon ke depan turut menghadirkan program medical check-up bagi warga usia dewasa awal.

Bidan Desa Karangjati, Tutik Suryanti, turut memberikan tanggapan positif terkait program bantuan beras dari Organon bagi masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, respons masyarakat semuanya positif. Bantuan dari Organon ini sudah tepat sasaran, dan kalau bisa program ini bisa terus dilanjutkan,” ujar Tutik Suryanti.

Ia berharap program TJSL seperti ini dapat terus berlanjut mengingat manfaatnya yang dirasakan langsung oleh warga, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi balita dan pencegahan stunting di Desa Karangjati.

Author : Salsabilah Rachma

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial