portalarjuna.net, Seloliman – Mahasiswa KKN Kelompok 24 Universitas Yudharta Pasuruan turut berpartisipasi dalam kegiatan Sangha Purnama, sebuah agenda budaya yang diselenggara kan secara rutin setiap malam bulan purnama di Balai Bakti Budaya Tanah Kas Desa (TKD) Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Pada pelaksanaan yang berlangsung pada 30/06/2026, bertepatan dengan 16 Suro 1960 Saka, kegiatan mengusung semangat Nguri-Nguri Budaya, yaitu menjaga, melestarikan, dan mengenalkan kembali warisan adat istiadat serta kearifan lokal kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pegiat budaya, tokoh masyarakat, serta para sesepuh (pinisepuh) yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Jawa. Di antara peserta yang hadir adalah Mas Yayak dan Mas Ega bersama pegiat budaya lainnya. Mahasiswa KKN Kelompok 24 Universitas Yudharta Pasuruan juga ikut menyimak sekaligus berpartisipasi dalam jalannya sarasehan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Pada kesempatan tersebut, Gus Beny memaparkan sejarah kuliner tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan para raja di tanah Jawa. Pembahasan tidak hanya mengulas jenis makanan tradisional, tetapi juga menjelaskan filosofi, nilai budaya, serta pemanfaatan hasil bumi sebagai sumber pangan masyarakat sejak masa lampau. Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan metode heuristik, yaitu metode penggalian dan penelusuran sumber-sumber sejarah untuk memperoleh informasi yang autentik mengenai peristiwa maupun tradisi masa lalu.
Sebelum sarasehan dimulai, dilaksanakan prosesi penyalaan dupa sebagai bagian dari tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Para sesepuh menjelaskan bahwa prosesi tersebut merupakan simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus penanda dimulainya kegiatan budaya. Penyalaan dupa dalam konteks ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk pemujaan ataupun praktik keagamaan, melainkan sebagai simbol penghormatan secara lahiriah (dhahir) terhadap nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu.
Penjelasan tersebut sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan bagian dari upaya menjaga identitas bangsa. Tradisi yang dijalankan dalam Sangha Purnama tidak dapat serta-merta dipandang sebagai aliran yang menyimpang, melainkan harus dipahami melalui konteks sejarah, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Keikutsertaan Mahasiswa KKN Kelompok 24 Universitas Yudharta Pasuruan dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat melalui pelestarian budaya. Selain memperoleh wawasan mengenai sejarah dan tradisi lokal, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi generasi yang turut menjaga serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Author: Ihdina Fahmiati Ulumudin



















