Portalarjuna.net, Pasuruan– Hamparan padang rumput dengan latar Gunung Penanggungan menjadi daya tarik utama Ranu Manduro di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kawasan ini menawarkan panorama alam terbuka yang cocok untuk bersantai maupun berburu foto. (30/10/2026)
Awal Mula Ranu Manduro Dikenal Masyarakat
Awalnya, Ranu Manduro bukan kawasan wisata resmi, melainkan area pertambangan pasir milik perusahaan. Material pasir dari kawasan tersebut pernah dimanfaatkan untuk membantu penanganan bencana lumpur Lapindo. Namun, keindahan lanskapnya mulai menarik perhatian masyarakat setelah foto dan videonya menyebar melalui media sosial sekitar 2018–2019.
Panorama Alam dan Spot Foto Jadi Daya Tarik Pengunjung
Sejak saat itu, masyarakat mulai mengenal kawasan bekas pertambangan tersebut sebagai destinasi untuk menikmati pemandangan alam. Hamparan rumput hijau, bebatuan berukuran besar, serta latar Gunung Penanggungan menghadirkan panorama yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga memanfaatkan sejumlah sudut Ranu Manduro untuk berfoto. Aktivitas tersebut turut membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Beberapa warga menawarkan jasa penyewaan perlengkapan fotografi, seperti tripod dan kursi, untuk membantu pengunjung mendapatkan hasil foto yang menarik.
Salah seorang pengunjung, Miftah, menilai Ranu Manduro memiliki pemandangan yang menarik sebagai latar fotografi. Ia juga melihat keberadaan jasa penyewaan perlengkapan cukup membantu pengunjung yang ingin mengabadikan momen.
“Di sini itu bagus buat foto-foto. Banyak orang yang buka sewa tripod, kursi, dan lain-lain. Tapi karena ada sapi, jadi baunya kurang enak,” ujar Miftah.
Kondisi Lingkungan Turut Memengaruhi Kenyamanan Pengunjung
Meski menawarkan panorama alam yang menarik, Ranu Manduro juga memiliki sejumlah kondisi lingkungan yang memengaruhi kenyamanan pengunjung. Keberadaan sapi di sekitar padang rumput terkadang menimbulkan aroma kurang sedap. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kawasan.
Selain itu, genangan air di beberapa bagian kawasan, terutama saat musim hujan, menghadirkan pemandangan tersendiri. Pengunjung dapat memanfaatkan pantulan lanskap di permukaan air untuk menghasilkan foto dengan teknik refleksi atau mirroring.
Bebatuan berukuran besar yang tersebar di area padang rumput juga menambah keunikan Ranu Manduro. Bentuk dan susunannya menghadirkan berbagai sudut menarik yang kerap menjadi latar foto pengunjung.
Beragam daya tarik tersebut menjadikan Ranu Manduro sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati suasana alam di Mojokerto. Namun, keindahan panorama perlu berjalan beriringan dengan kenyamanan lingkungan agar pengunjung dapat menikmati kawasan ini dengan lebih baik.
Ranu Manduro menunjukkan bahwa kawasan bekas pertambangan memiliki potensi untuk menarik perhatian masyarakat melalui keunikan lanskap alamnya. Di balik pesona tersebut, kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap menjadi aspek penting dalam mendukung pengalaman pengunjung.
Author : Rahmani Qolbiana





