Tukang Bakso Motivasi Istri Kuliah Hingga S2

""

Portalarjuna.net- Seorang istri harus mendampingi suami dikala suka maupun duka dan menjadi seorang ibu sekaligus guru untuk anak-anaknya dirumah, seperti pepatah arab yang mengatakan “Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya”. Seorang suamipun tidak jauh berbeda, hanya saja tugas suami lebih berat karena harus menjadi tulangpunggung keluarga dan mendukung setiap kegiatan positif istri.

Cak Sugik sapaan akrabnya, merupakan seorang tukang bakso tamatan SMP  yang berjualan di depan Toserba Desa Sengon Purwosari. Giat dalam mencari nafkah dari pagi hingga malam tidak membuatnya lupa akan pentingnya sebuah pendidikan, meskipun ia pernah bercita-cita menjadi seorang TNI AL. Namun, semua harapannya kandas.

“Saya dulunya ingin menjadi seorang TNI Angkatan Laut karena terbentur ekonomi keluarga yang tidak mumpuni, la kok malah menjadi tukang angkut barang di laut,” ujar cak Sugik.

Sadar akan hal itu, ia menyuruh dan memotivasi istrinya agar mau melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi, agar ilmu yang diperoleh dapat dibagi secara  lebih luas dan juga dapat diberikan kepada anak-ankanya sendiri, karena istri beliau tamatan SMA jadi lebih mudah untuk melanjutkan pendidikannya. Akan tetapi sebelum ia menguliahkan istrinya, Cak Sugik terlebih dahulu bertanya tujuan istrinya ingin kuliah.

“Sebelum istri saya kuliah, saya terlebih dahulu bertanya kepadanya, apa tujuan dia melanjutkan kuliah, terus istri saya menjawab bahwa tujuannya adalah dia ingin memberikan ilmu lebih terhadap murid-muridnya, karena kebetulan istri saya adalah guru salah satu MI dan kepala TPQ  di daerah sini, begitu mendengar jawaban istri, saya mengizinkan dia untuk kuliah,” tutur Cak Sugik.

Perjuangan ia dalam menguliahkan istrinya bukan berarti tiada rintangan, banyaknya cibiran yang mengatakan bahwa seorang tukang bakso yang miskin berani menguliahkan istrinya, tidak hanya terdengar dari tetangga bahkan saudara beliau juga turut mencibirnya. “Waktu kuliah S1 di Universitas Yudharta banyak orang yang mencibir saya, bahkan keluarga juga ada yang ngomongin saya sok, tapi cibiran seperti itu malah membuat saya menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja, tentunya tidak lupa berdoa sama Gusti Allah,” ujarnya.

Semangat istri Cak Sugik dalam menuntut ilmu turut didukung penuh olehnya. Setelah tamat S1 di Universitas Yudharta Pasuruan jurusan PAI kemudian istrinya melanjutkan S2-nya di Gresik dengan mengambil jurusan Manajemen bahkan istrinya ingin melanjutkan S3-nya. Dikaruniai tiga orang anak, dua anak yang sudah sekolah dan satu lagi masih berumur 3 tahun tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Meskipun ia hanya tamatan SMP, Cak Sugik suka bergaul dan sharing dengan teman-temannya yang berpendidikan jauh diatasnya, bahkan Cak Sugik juga sering berdiskusi dengan istrinya, “Meski saya hanya tamatan SMP, tapi saya suka berdiskusi dengan teman-teman dan istri saya, jadi istri saya kuliah di perguruan tinggi saya kuliahnya sama istri saya, jika ada hal yang tidak dimengerti sewaktu shering dengan teman-teman saya bertanya sama istri saya,” ungkapnya.

Memang ilmu tidak hanya dapat diperoleh di bangku pendidikan, tapi untuk zaman modern sebuah gelar juga turut diperhitungkan, meskipun si penyandang gelar belum tentu mempunyai ilmu, orang berilmu pasti mempunyai gelar meski jarang diakui oleh negara tapi diakui oleh masyarakat. Mencari ilmu dengan niatan ingin memperoleh pekerjaan atau hanya untuk sebuah gelar tidak akan ada keberkahan akhirat untuknya.

“Ilmu itu penting, orang yang berilmu pasti nasibnya akan berubah menjadi baik dengan catatan mencari ilmu untuk niat menghilangkan kebodohan, mencari barokah dunia-akhirat maka ilmu itu akan barokah dunia-akhirat bukan karena sebuah pekerjaan atau gelar,” ujarnya. (nul)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.