Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 4 Mei 2026

Ramai di Media Sosial, Mahasiswa Yudharta Kupas Isu Fatherless yang Banyak Dialami Anak Indonesia

Portalarjuna.net, Pasuruan – Mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 6 Universitas Yudharta Pasuruan menggelar presentasi mengenai meningkatnya angka fatherless di Indonesia pada Minggu (3/5/2026) pukul 10.54 WIB di Gedung Merah Putih Universitas Yudharta Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas mata kuliah Literasi Media sekaligus mengangkat isu sosial yang sedang ramai diperbincangkan publik.

Presentasi tersebut membahas kondisi ketika anak kehilangan peran ayah, baik secara fisik maupun emosional. Dampaknya dinilai besar terhadap perkembangan anak, hubungan keluarga, hingga kondisi sosial masyarakat.

Pemateri yang mewakili kelompok, Istiqna Salsabila, menjelaskan bahwa fatherless bukan hanya soal ayah yang tidak hadir di rumah, tetapi juga ayah yang hadir secara fisik namun tidak memberi perhatian emosional kepada anak. Menurutnya, kondisi ini masih banyak terjadi di Indonesia. “Karena isu ini lagi booming dibicarakan terus, kebanyakan ayah masih gak ada kesadaran tentang tugasnya, dan banyak juga anak-anak yang ada di posisi ini,” ujar Istiqna saat menjelaskan alasan kelompoknya memilih topik tersebut.

Adapun audiens kegiatan berasal dari PK IPNU IPPNU Yudharta serta siswa SMK Darut Taqwa Purwosari. Mereka terlihat mengikuti pemaparan dan diskusi yang berlangsung cukup interaktif.

Salah satu peserta perempuan mengaku merasa dekat dengan isu yang dibahas. Ia menyebut hubungan dengan ayahnya terasa dingin meski tinggal serumah. “Saya relate sama materi ini. Ayah saya cenderung cuek dan dingin kalau ditanya sepulang kerja, padahal saya juga ingin dekat dengan ayah,” ungkapnya di hadapan peserta lain.

Dalam presentasi juga dipaparkan data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga tahun 2025. Angka fatherless tertinggi tercatat di Papua Pegunungan sebesar 50,2 persen, disusul Papua Selatan 40,1 persen, Papua Tengah 39,4 persen, dan Papua 30,4 persen.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap isu fatherless tidak lagi dianggap sepele. Kehadiran ayah dinilai penting bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang memberi perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional bagi anak.

Author : Maghfiratul Laili F. S

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial