Jembatan Ngalam Indonesia, Suguhkan Sensasi Menyebrang di Atas Kaca

""

Portalarjuna.net– Malang, Sabtu(10/02/2018). Meskipun tidak sepanjang dan tidak setinggi jembatan kaca di China, akhirnya Indonesia juga mempunyai jembatan kaca pertama yang berada di kota Malang, Jawa Timur. Jembatan  ini menjadi penghubung antara kampung Warna- Warni Jodipan di Kelurahan Jodipan dan kampong Tridi (3D) di Kelurahan Kesatriaan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pembangunan alat penyebrangan yg terinspirasi dari jembatan kaca di Zhangjiajie, China ini dibangun pada Mei 2017 dan mulai dibuka pada awal Oktober 2017.

Dengan didominasi warna kuning emas, jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter ini diarsiteki oleh mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) peraih Rancang Jembatan tahun 2015. Dengan bantuan dari para CSR seperti PT.Indana Paint, Bank Jatim dan beberapa stakeholder lainnya akhirnya jembatan ini bisa diwujudkan dan menghabiskan dana senilai 1,1 miliar.

Jembatan yang bernama Jembatan Ngalam Indonesia ini diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 50 orang saja. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengunjung. Dengan lebar jembatan  sekitar 1,25 meter wisatawan masih bisa berjalan berpapasan dengan wisatawan lain, baik yang dari kampung Warna-Warni Jodipan menuju kampung Tridi maupun sebaliknya.

Hanya dengan membayar Rp. 2000,- pengunjung sudah bisa melintasi jembatan ini dan merasakan sensasi tersendiri layaknya jembatan kaca di China. Saat berada diatas jembatan wisatawan bisa memacu adrenalin dengan melintas diatas kaca dan menghadap kebawah tepat ke aliran sungai Brantas yang ada dibawahnya. “Seolah-olah kita akan terjatuh,” ucap Purnomo salah seorang pengunjung yang datang dari Probolinggo. Selain itu wisatawan juga bisa menikmati spot-spot pemandangan yang belum pernah ada sebelumya, berselfie ria diatas jembatan juga menjadi hal yang sudah pasti dilakukan oleh para pengunjung.

Dengan adanya jembatan kaca ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat, dimana kampung tematik ini secara langsung telah merubah stigma kampung yang dulunya kumuh. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan menikmati keindahanya. (Mud)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.