Lomba Debat Mahasiswa : 3 Wakil dari Prodi Ilmu Komunikasi berhasil meraih gelar juara

""

 

Portalarjuna.net-Purwosari. Dalam rangka memperingati semarak perayaan haflah akhirussanah pondok pesantren ngalah ke 29 berbagai lomba telah digelar oleh panitia. Mulai lomba kreatifitas hingga intelektualitas yang ditujukan kepada segenap santri ponpes ngalah yang tersebar dalam belasan asrama. Beberapa perlombaan intelektual tersebut diantaranya lomba MQK (Musabaqoh Qiroatul Kitab) , MSQ (Musabaqoh Sartil Quran, MJM (Musabaqoh Jawabul Masail), ngalah pintar, debat mahasiswa.

Terdapat 2 babak dalam lomba debat mahasiswa yakni babak penyisihan dan babak final. Dalam babak penyisihan yang dihelat pada Jumat 20/04/2018 lalu, 4 mahasiswa Komunikasi Universitas Yudharta berkesempatan untuk turut andil. 4 mahasiswa tersebut berasal dari asrama yang berbeda dan menjadi wakil dari masing-masing asrama. Mahasiswa tersebut antara lain : Diah Fitriatul Jannah dari asrama D, Nicky Norjana dan Syifaul Jinan dari asrama I, serta Dianis Nurwati dari asrama J. Dari 12 asrama yang mengikuti lomba tersebut, Nicky Norjana, Syifaul Jinan dan Dianis Nurwati berhasil lolos sampai tahap Final.

Selain peserta lomba debat dari prodi ilmu komunikasi, asrama lain juga mendelegasikan peserta dari prodi lain yang memeiliki keberanian dan kemampuan intelektual. Peserta lain yang turut lolos dalam tahap final yakni Masrifah maulina dari prodi PAI, Darizzulfah dari teknik sipil, Wiji lestari dan Lailil mufidah dari prodi IAT, Nur chumairoh dari Adm Publik dan Nafisatul Ainiyah dari prodi Bahasa Arab.

Salah satu juri pada babak final lomba debat mahasiswa menyatakan tentang harapan untuk lomba kedepan yakni dalam hal pemilihan tema hingga  penjaringan peserta yang perlu dimaksimalkan lagi “tema yang diusung tentang kepesantrenan, dan isu keagamaan karena ini acara yang diselenggarakan pesantren. Juga penjaringan peserta perlu dimaksimalkan lagi”. Tutur bapak marzuki sebagai juri pada tahapan final

Saat dikonfirmasi terkait tema debat, rifki sanusi selaku panitia menuturkan “Materi yang diujikan seputar isu sosial politik revisi UU MD3, pemilu kotak kosong bupati pasuruan dan tingkat pengangguran di wilayah kabupaten pasuruan. Puncaknya di final nanti mereka akan melakukan adu konsep sistem kajian santri pondok pesantren ngalah(sorogan dan bandongan). Pemilihan tema ini disesuaikan dengan kondisi yang ada di Pondok Pesantren Ngalah. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of the change dan kontrol sosial dalam kegiatan ini” 

Puncak dari kegiatan lomba tersebut, Dianis Nurwati bersama 2 orang lain timnya dari asrama J berhasil keluar sebagai “the winner” di susul oleh Nicky dan Syifa dalam satu tim sebagai juara kedua.

Harapan kami, konsep pendidikan pesantren yang kami tawarkan dalam lomba debat tidak hanya berhenti sebagai wacana saat lomba debat saja,lebih dari itu konsep tersebut dapat di aplikasikan bersama guna memajukan kwalitas pendidikan di pondok pesantren ngalah” ujar Dianis, peserta lomba tersebut. (DN/Nic)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.