Viral Video Buang Buah Naga ke Sungai Oleh Petani, Ternyata Beginilah Harga Asli Buah Naga Sekarang

Viral Video Buang Buah Naga ke Sungai Oleh Petani, Ternyata Beginilah Harga Asli Buah Naga Sekarang "Viral Video Buang Buah Naga ke Sungai Oleh Petani, Ternyata Beginilah Harga Asli Buah Naga Sekarang"

Portalarjuna.net- Beberapa hari yang lalu masyarakat dunia maya digegerkan oleh penyebaran video yang diunggah oleh salah seorang petani buah naga asal kota Banyuwangi Jawa timur, yang mana video tersebut menggambarkan kondisi harga buah naga yang benar-benar hancur seperti yang diungkapkan para petani bahwa per kilo gramnya hanya dihargai 2000 rupiah saja. Selasa (05/02/19)


Setelah viralnya video tersebut membuat masyarakat yang dibuat penasaran dengan harga jual buah segar tersebut dan tergiur untuk membelinya, namun tak jarang dari mereka yang membeli buah naga tertipu dengan harga yang diviralkan oleh video diyoutube, seperti yang dialami oleh Siti (21) warga Pasuruan yang mengaku kaget dengan harga jual buah naga yang masih seperti hari-hari sebelumnya yaitu 10 ribu rupiah setiap kilonya “menurut saya harganya murah karena melihat video pembuangan buah naga karena harganya anjlok, ternyata ketika membeli harganya masih sama seperti sebelumnya” ujarnya.


Hal ini diklarifikasi oleh penjual buah naga Dian (31) yang mengaku sudah menjual buah-buahan selama dua tahun silam, bahwa yang dibuang dalam video tersebut adalah buah naga yang jenis varietas C bs yang memiliki rasa lebih masam dan tidak manis, serta kulitnya pun juga lebih jelek dan tidak sebesar ukuran buah naga jenis varietas A, sedangkan yang dijual oleh Dian hari itu adalah buah naga jenis varietas A, sehingga perkilonya masih 10 ribu rupiah, sedangakan harga yang varietas C bs perkilonya hanya 2500 rupiah saja “yang dibuang sama petani itu jenis varietas C bs yang rasanya lebih masam, ukurannya lebih kecil dan kulitnya lebih dominan hijau dan memang tak layak dimakan, jadi tidak sama harganya karena varietasnya juga berbeda jauh” jelasnya.


Bahkan Dian mengaku lelah karena sering terjadi cekcok dengan pembeli ketika mengetahui harga buah naga yang ia jual masih tergolong tinggi, hingga tak jarang dia harus menjelaskan terlebih dahulu jenis-jenisnya buah naga agar pembeli mengetahui yang sebenarnya dan ia mengakui kebanyakan pembeli lebih mementingkan harga yang murah dan tidak mempedulikan rasanya, bahkan terkadang ada pembeli yang sudah mengetahui rasanya lebih masam tetap lebih memilih yang murah meskipun rasanya kurang enak. (dew)

Tinggalkan balasan

Tidak Banyak Orang Tahu, Ini Khasiat Daun Alpukat
KKNT Kemaritiman Kelompok 12 : Sosialisasi Program, Bapak dan Ibu Kepala Desa Pulokerto Angkat Bicara
Univ. Yudharta Pasuruan : Lepas 456 mahasiswa ikuti kegiatan KKN
Pembukaan Musda ke-4 Jatman Jatim Meneguhkan Politik Ulama Thariqo
MA Darut Taqwa, Optimis Jadi Barometer Madrasah Literasi Nasional
Tumbuhkan Benih Perdamaian, Gereja Kristen Jawi Wetan Pandaan Adakan ‘Camp Remaja Lintas Iman’
PMII Gelar Aksi Peduli Demokrasi dan Doa Bersama TNI POLRI Untuk Keutuhan NKRI
Meriah, Peringati Harlah IPNU IPPNU Dengan Gebyar Sholawat
Ramadhan Datang, Mengaji Jadi Penenang
Al-Mustafidah Kembali Jadi Juara Festifal Al-banjari Se-Jawa Timur
Prihatin Banyak Bencana, Malam Tahun Baru diisi Khotmil Qur’an dan Doa Tolak Bencana
No Preview
Ratusan Santri Mengikuti Gurah Masal di Ponpes Ngalah
Wujud Pengabdian, LPPM Yudharta Akan Bangun Infrastruktur Langit Suku Tenger
Kurangi penggunaan Gadget, Pasuruan adakan Festival Dolanan Tradisional
Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh Desa Kayukebek
Tidak Banyak Orang Tahu, Taman Lansia Sepi Pengunjung
Wujud Pengabdian, LPPM Yudharta Akan Bangun Infrastruktur Langit Suku Tenger
Halal Bihalal, Camat Pasrepan Ajak Saling Memaafkan dan Tingkatkan Pelayanan
Sambut 1 Syawal, Karang Taruna Purwosari Adakan Takbir Keliling
Saluran Air Terputus, Warga Desa Palangsari Terpaksa Gunakan Air Hujan Untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari