Kurangi penggunaan Gadget, Pasuruan adakan Festival Dolanan Tradisional

Kurangi penggunaan Gadget, Pasuruan adakan Festival Dolanan Tradisional "Kurangi penggunaan Gadget, Pasuruan adakan Festival Dolanan Tradisional"

Portalarjuna.net (11/03/2019). Festival dolanan tradisional Indonesia adalah festival yang bertujuan menumbuh kembangkan minat masyarakat untuk lebih mengenali permainan tradisional yang sudah mulai ditinggalkan anak – anak di era digital. Festival ini diadakan kolektif oleh media Massyah Event Organizer yang berada didalam naungan FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia). Acara ini di adakan 3 hari dari tanggal 9 – 11 maret 2019 yang bertempat di pelataran Masjid Ceng ho, Kabupaten Pasuruan.

Tujuan panitia mengadakan acara ini di pelataran masjid ceng ho dikarenakan tempat ini menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi di wilayah Pasuruan serta lokasinya yang strategis. Dalam acara ini tidak hanya ada permainan tradisional disini juga ada pasar malam untuk meramaikan acara ini.

 “ Acara ini bertujuan agar anak – anak sekarang ini tidak melulu bermain menggunakan handphone tetapi ada banyak cara bermain yang lebih bermanfaat dan bersosialisasi langsung dan agar permainan tradisional ini tidak punah dan juga tidak diklaim dengan negara lain agar anak – anak sekarang lebih peka terhadap permainan tradisional asli indonesia” , ujar Mustaghrifin ketua panitia acara. Dan untuk kedepannya acara ini akan diadakan setiap tahun dan akan diadakan lebih meriah dan juga kemungkinan besar acara diadakan dalam waktu satu minggu agar memungkinkan untuk lebih banyak kegiatan serta permainan yang dilakukan.

Dalam acara ini antusias warga untuk menonton cukup ramai dan banyak juga orang tua yang membawa anaknya untuk menonton acara ini. “ acara ini cukup bagus dan perlu dilestarikan karena anak sekarang sudah sangat jarang bermain menggunakan fisik, tetapi sekarang lebih sering bermain dengan handphone yang membuat fisik anak – anak sekarang menjadi lemah karena jarang bermain permainan yang menggunakan fisik”, ujar Arip salah satu pengunjung (ILM/Rio)

Tinggalkan balasan

KKNT Kemaritiman Kelompok 12 : Sosialisasi Program, Bapak dan Ibu Kepala Desa Pulokerto Angkat Bicara
Univ. Yudharta Pasuruan : Lepas 456 mahasiswa ikuti kegiatan KKN
Pembukaan Musda ke-4 Jatman Jatim Meneguhkan Politik Ulama Thariqo
Yuk Cicipi Nasi Pisang, Kuliner Khas Desa Kalipucang dalam Agrofest 2018
Meriah, Peringati Harlah IPNU IPPNU Dengan Gebyar Sholawat
Surga Buku Tersembunyi di Kota Pasuruan
Menarik Banyak Perhatian, Festival Al-banjari Sukses Mempererat Tali Persaudaran
Prihatin Banyak Bencana, Malam Tahun Baru diisi Khotmil Qur’an dan Doa Tolak Bencana
Al-Mustafidah Kembali Jadi Juara Festifal Al-banjari Se-Jawa Timur
Prihatin Banyak Bencana, Malam Tahun Baru diisi Khotmil Qur’an dan Doa Tolak Bencana
No Preview
Ratusan Santri Mengikuti Gurah Masal di Ponpes Ngalah
Ribuan Santri Turut Memeriahkan Acara Peringatan Phbi Pondok Pesantren Ngalah
Kurangi penggunaan Gadget, Pasuruan adakan Festival Dolanan Tradisional
Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh Desa Kayukebek
Tidak Banyak Orang Tahu, Taman Lansia Sepi Pengunjung
Jelang Tahun Baru, Bhakti Alam Jadi Incaran Wisatawan
Cuaca Ekstrem Akibatkan Pohon Tumbang yang Merugikan Warga
Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh Desa Kayukebek
PDAM Terputus 2 minggu, Warga Gerongan Krisis Air Bersih
Musim Hujan: Kesempatan untuk Cadangkan Air di Musim Kemarau DAS Rejoso