Ramadhan Datang, Mengaji Jadi Penenang

""

Portalarjuna.net-Bulan Ramadan yang datang satu sekali yang diyakini sebagai bulan suci bagi umat islam ini menjadi moment dimana umat muslim mulai berbondong-bondong beribadah. Karena umat islam meyakini bahwasannya di bulan suci ini setiap ibadah yang dilakukan maka pahala yang didapatkan akan berlipat ganda. maka dari itu, umat muslim seharusnya menyambutnya dengan penuh suka cita.

Seperti halnya santri Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan yang terletak di kawasan Purwosari Pasuruan tersebut mengisi waktu selama bulan ramadhan selain sekolah, ditambah dengan pengajian secara penuh. berbeda dengan tahun lalu dimana bulan lalu masih belum diwajibkan untuk kembali ke pondok pesantren pada bulan ramadhan. kini, seluruh santri pondok pesantren Ngalah diwajibkan untuk kembali ke pesantren dan mengikuti berbagi pengajian kitab kuning yang telah dibagi kelasnya dan kitab pengajian kilatan tersebut menjadi persyaratan untuk dapat mengikuti ujian tengah semester madrasah diniyah.

Kami telah membagi kelas mengaji untuk seluruh santri, menurut dengan kelas madrasah diniyah masing-masing” ujar Afandi selaku biro pendidikan pusat Pondok Pesantren Ngalah.

Ada 17  kitab kuning yang dikaji dan sudah dibagi sesuai dengan tingkat kelas madrasah diniyah santri. mulai kitab yang menkasi tentang fiqih, hadist, akhlak, maupun tauhid. 

Di Pondok Pesantren Ngalah ini kegiatan pembelajaran formal di bulan ramadhan berakhir jam 12.00 sehingga pengajian kitab kuning dilaksanakan ba’da isyak. NAmun, di waktu yang lain seperti ba’da subuh dan ba’da ashar dilaksanakannya mengaji tadarusan di setiap asrama yang bertujuan untuk melancarkan pembacaan santri agar tetap fasih dalam membaca Al-qur’an.

Mengaji tadarus disini dialkukan secara bergilir setiap kamar jadi semua anak pasti mendapat giliran untuk mengaji di microfone. dengan adanya pengajian tadarus ini membuat waktu yang dilewati jadi tidak sis-sia dan membuat hati menjadi tenang” ujar Dina salah satu santri Pondok Pesantren Ngalah.

Pengajian kilatan ini berakhir pada tanggal 22 Mei 2019. Pada akhir penutupan pengajian kitab kuning tersebut biasanya kyai atau ustadz yang mengisi membacakan do’a. Santri meyakini bahwasannya do’a di akhir pertemuan tersebut menjadikan ilmu yang didapatkan manjadi barokah. (Tiw)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.