
portalarjuna.net-Purwosari, Dbanyaknya penenun di Desa Karang Rejo dan menjadi salah satu yang tersisa penenun di Pasuruan peluang itu di maksimalkan oleh pemerintah desa setempat. Baru-baru ini desa yang bertepatan di perbatasan antara kecamatan Sukorejo dan Purwosari bakal hadir wisata keluarga yang bertemakan TOWN IN THE VILLAGE.
Dalam wisata tersebut banyak sekali tempat-tempat yang bakal di buat di antaranya pada pertama kali masuk akan di suguhi suatu ikon yang penjadi pusat atau alun-alun dari Desa Karang rejo, di sekitar alun-alun tersebut akan di bangun tempat-tempat alat tenun zaman dulu dan produk-produk yang berasal dari warga sekitar daerah Karang Rejo, setelah itu memaksuki kawasan di mata banyak sekali taman dan di jadikan tempat ngumpul keluarga yang di hiasi taman yang indah.

Gambar : Ilustrasi Proyek Taman Alun-Alun
Meski belum secara resmi di buka untuk umum, namun keberadaan alun-alun yang berdiri di atas lahan sekitar 6 Ha mampu menyedot antusiasme pengunjung.Selain di sugukan dengan pemandangan tanaman-tanaman dan bunga-bunga yang indah, juga di sugukan panorama pegunungan Arjuna dan ringgit yang begitu megah tanpa terhalang apapun, Dan di samping itu memiliki lokasi yang strategis di antara dua kecamatan yaitu Sukorejo dan Purwosari dan juga di tengah-tengah desa
Kepala desa Karang Rejo, Akhmad Fauzi mengatakan jika alun-alun ini sudah jadi setiap pengunjung tidak akan di pungut biaya
Dia mengatakan filosofi memilh tema tersebut karena mereka ingin menciptakan kota dalam desa yang bermaksudkan alun-alun tersebut bisa memikat banyak pengunjung dan bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat, di samping tu juga ingin menunjukkan bahwasannya di tempat itu adalah satu dari beberapa penenun yang masih tersisa di Pasuruan
Itu di lakukan agar Desa Karang Rejo menjadi kawasan untuk mendukung sektorsektor wisata di Karang Rejo
Di samping itu taman yang akan di buka pada tahun depan ini masih menyentuh tahap awal dari rencana untuk membuat wisata di Desa Karang Rejo, Kepala desa karang Rejo juga mengatakan proyek dari anggaran bantuan keuangan Desa sampai hari ini masih menyerap biaya RP 720 Juta Rupiah. (sutres)









