Menengok Produksi Kain Tenun di Desa Karangrejo, Purwosari, Pasuruan

""

PortalArjuna.Net-Pasuruan, di Desa Karangrejo Kec. Purwosari, Pasuruan terdapat industri rumahan yaitu kain tenun, alat tenun ini masih menggunakan kayu bukan mesin, dan sebagian hasilnya akan digunakan untuk kain pel.

Hingga saat ini kain pel tenun ini masih eksis di produksi dan berjalan dengan baik. kain ini di hasilkan dari alat tenun yang masih tradisional, terbuat dari kayu dan menggunakan tenaga manusia bukan mesin, ini hal yang menarik, mereka masih mempertahankan alat tenun tradisional karena biaya tenun tradisional lebih hemat dari pada tenun mesin yang membutuhkan biaya operasional yang tinggi.

Tim Portal Arjuna telah menemui bapak Kaiman yang mempunyai produksi kain pel tenun ini. Awal mula bapak Kaiman memproduksi kain tenun ini yaitu saat beliau menjadi karyawan di salah satu industri tenun di desa Karangrejo, setelah lama bekerja beliau ingin mendirikan usahanya sendiri dengan tidak menjadi karyawan lagi, akhirnya ia terus berkembang hingga alat tenunnya kini menjadi 8 alat dan beberapa karyawan.

Untuk memproduksi kain pel tenun ini punya beberapa tahap, tahap pertama membuat boom, yang mana ini membuat motif benang dan akan di taruh di alat tenun. Lalu tahap kedua Palet, yaitu mengolah benang yang menyilingi motif di boom, untuk tahap ini mereka menggunakan alat mesin. Tahap ketiga menenun dan menjadikan kain. Setelah itu menjadi kain yang panjang. Tahap keempat yaitu ngeler, dimana yang dimaksud disini kain pel diproses untuk ditaruh di air panas yang telah dikasih sedikit kanji dan pewarna agar tekstur kain kuat. Tahap kelima yaitu tahap finishing, kain yang panjang tadi akan dipotong per 30 cm dan dijahit lalu dikemas.

Kain pel tenun ini nantinya akan dibeli dan dijual lagi oleh beberapa orang Karangrejo sendiri ke berbagai kota seperti Surabaya, Probolinggo, dan telah menjangkau kota lain di Indonesia, tak terkecuali juga orang luar Karangrejo akan datang sendiri untuk membeli kain pel kerumah bapak Kaiman dan akan dijual lagi oleh orang tersebut, jadi bapak Kaiman ini hanya memproduksi dan tidak melakukan pemasaran mandiri. (Suhar.bil)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.