Kembali ke Pondok di Tengah Pandemi, Santri Ngalah Wajib Membawa Surat Kesehatan atau Hasil SWAB 

""

Gambar alur kembali santri mahasiswa asrama I Ponpes Ngalah

PortalArjuna.Net-Pasuruan, Sejumlah santri Ngalah mulai kembali ke pondok pesantren dengan sistem bergantian yaitu santri putra tanggal 23 Mei 2021 dan santri putri tanggal 24 Mei 2021. Lokasi transit yang dibagi perpos setiap Asrama berada di Gedung MI dengan membawa slip serta surat kesehatan atau surat hasil SWAB. Namun, khusus untuk santri asrama C pada tanggal 29 Mei 2021 karena adanya renovasi asrama tersebut. Rabu(26/05)

Ustadz Faidlus Sukri selaku Kepala Pondok Pesantren mengungkapkan kembalian pondok secara serentak pada tanggal 23 Mei 2021 dibatalkan karena adanya beberapa pertimbangan akhirnya diubah menjadi 2 hari yaitu putra tanggal 23 dan putri 24 untuk transitnya tetap di MI.

Sebagai syarat masuk kembali harus membayar DU pesantren sebesar 524.0000 yang meliputi Heregristasi sebesar 100k, SPP Bulan Mei-Juni, Kos makan Mei-Juni. Namun yang wajib dibayar Heregristasinya saja untuk yang lainnya bisa dilain hari. Jika masuk ke Asrama santri harus meminum jamu yang telah disediakan di depan asrama. Tak lupa, sekaligus mengumpulkan kitab kilatan ramadhan sesuai dengan tingkatnya masing-masing.

“untuk membayar DU sebesar Rp. 524.0000, namun yang wajib dibayar hanya Heregristasi yang lainnya bisa dibayar dilain waktu” Ungkap Zulaikhah selaku Bendahara Asrama I

Setiap PH dan kamtib asrama mengurusi kembalian pondok tersebut. Namun, Semua kepengurusan mendapat jobdisk masing-masing untuk membantu lebih efektif. Seperti jaga Pos MI dan Pos Pemberian Jamu.

“Di Asrama I sip pagi (07.00 – 13.00) dan sore (jam 14.00 – 20.00) dan itu ada 2 bagian ada di pos MI dan pos jamu. Semua kepengurusan asrama I membantu alur kembalian pondok tersebut’’ Ujarnya.

Namun ada beberapa santri yang belum kembali ke pondok karena sebab tertentu. Santri telat kembali yang telah melakukan izin secara offline tidak akan mendapat hukuman dan untuk yang luar Jawa maka diperbolehkan unntuk telfon. Tapi jika tidak ada konfirmasi maka akan dikenakan hukuman yang telah ditentukan.

“Bagi santri yang telat tanpa adanya konfirmasi maka ada takziran yang telah ditentukan seperti telat 1 hari maka membersihkan lintas asrama dan 1 Juz untuk selebihnya akumulasi” Jelas Lailatul Masruroh selaku kamtib Asrama I.

“Alhamdulillah, santri ngalah tidak ada yang positif, beberapa santri ngalah yang swab antigen di Pasuruan terdeteksi negatif semua, namun jika ada yang positif akan dikarantina yang ditangani oleh Dinas” Ujarnya

(Silviya)

 

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.