Terungkap!! Telah di Teliti, Konten Woman Sensual Dance Berikan Stigmatisasi Buruk pada Representatif Perempuan

""

Portalarjuna.net, Sebuah hasil penelitian tentang stigmatisasi warganet dalam menanggapi visualisasi video TikTok berkonten woman sensual dance, berhasil diungkap oleh Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan.

Menurut penelitian itu, konten video woman sensual dance atau perempuan berjoget sensual dalam aplikasi TikTok dinilai sangat menarik bagi masyarakat, khususnya bagi sesama pengguna TikTok. Dengan fitur-fitur yang beragam seperti penentuan waktu, penyuguhan special effect shaking dan shivering, hal ini dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk menjadi pengguna tetap.

 

Keberhasilan TikTok dalam jumlah pengguna tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh konten-konten kreatif yang terdapat dalam akun-akun TikTok tersebut. Salah satu konten yang saat ini sedang tren adalah konten woman sensual dance.

Woman sensual dance atau konten perempuan joget/goyang merupakan hiburan yang sedang marak dilakukan. Banyak dijumpai konten woman sensual ini disajikan dalam video pendek yang diiringi dengan musik. Namun pada performanya konten joget sensual yang dilakukan oleh perempuan ini berpotensi membentuk citra buruk bagi perempuan.

Nahasnya, konten joget sensual ini juga dilakukan oleh pengguna lain. Hal ini menjadi sebab terciptanya nya budaya buruk seperti imitative culture.

Menurut hasil penelitian, konten woman sensual dance tersebut menyebabkan terbentuknya stigmatisasi pada perempuan yang ditimbulkan dari joget erotis dengan fashion style press body dan mimik wajahnya yang menggoda.

Hasil penelitian yang telah terungkap tentang stigmatisasi ini diantaranya, konten woman sensual dance menyebabkan perempuan memiliki label sebagai wanita penggoda, yang kedua memancing ujaran pelecehan sexual dari lelaki hiding belang, yang terakhir perempuan juga mendapat penilaian buruk pada rusaknya karakter dan kepribadian.

“Hasil studi kami mengungkapkan bahwa banyak sekali warganet yang merasa risih dengan jogetan erotis yang di tampilkan, sehingga banyak hujatan-hujatan dalam komentar video” Tutur irnawati penggagas penelitian tersebut.

 

(Rm)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.