Wujudkan Quality of Conservation, 3 CSR PT. Tirta Investama Lakukan Rembuk Berbagi Inovasi dalam Menjaga Kelestarian Hutan Berkelanjutan

""

Portalarjuna.net- Pandaan, Selasa, 23 November 2021 Padepokan Sapen Nusantara Ledug kedatangan tamu dari CSR TIV Keboncandi Winongan dan CSR TIV Pabrik Airnadidi Manado untuk Rembuk Inovasi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bumi Lestari Mulyorejo Kelurahan Ledug, Prigen sebagai Mitra CSR PT. Tirta Investama Pabrik Pandaan yang terbangun semenjak tahun 2015.

Kunjungan tersebut terkait progress dalam hal melestarikan, peningkatan indeks keanekaragaman hayati di Hutan Sapen Gunung Arjuno melalui program Konservasi berbasis Herb Biodiversity yang difasilitasi oleh CV. Eksis Mandiri Nusantara.

Fafit Rahmat Aji, Manager SR/CSR PT. TIV Pandaan menuturkan bahwa selama proses pendampingan pengembangan perlindungan keanekaragaman hayati dilapangan, ditemukan berbagai pendekatan yang dinamis diantaranya Budidaya dan Pengolahan Kopi berbasis Agroforesty, Sumur Resapan, Rorak, Penghijauan lahan gundul, biopori hingga muncul Strategi Konservasi Berbasis Herb Biodiversity.

“Selama ini, temuan Inovasi Program CSR PT. TIV Pandaan berangkat dari dinamika yang berkembang dilapangan, baik yang bersifat gesekan-gesekan problem, berbasis kebutuhan dan pemetaan potensi, sehingga kemudian muncul slogan program Taman Kehati Sapen Nusantara ( TKSN ) sebagai Taman Belajar, Bermain, berwisata sekaligus berbudaya”. Papar Aji ketika membuka Forum rembuk Inovasi.

Ia menambahkan pengelolaan lingkungan yang sarat nuansa kebudayaan di TKSN ini juga harus diintegrasikan dengan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper Emas).

Lebih lanjut, Amang Fathurrahman, Program Manager Konservasi, membenarkan bila sirkulasi budaya lokal masyarakat hutan diantaranya Ruwat/Selametan Sumber, Sedekah Bumi merupakan bagian dari system Kehati yang berkelanjutan.

Menurutnya, praktik budaya lokal tersebut berdampak positif terhadap keberlangsungan konservasi hutan yang dilakukan Masyarakat, menandakan partisipasi lingkungan yang tinggi dan dinamis, terutama pemanfaatan tumbuhan obat Hutan yang selama ini turun temurun dalam hal pengobatan alternatif.

Sementara itu, Imanuel Adong selaku CSR TIV Pabrik Airnadidi Manado menekankan pendekatan pengelolaan Hutan di Manado dari sisi Pemberdayaan Petani Lebah Madu, Edukasi Pembuatan Buku/Modul manfaat Daun Pakoba.

“terkait kendala dilapangan, kita masih kesulitan mencari kemitraan pada NGO yang kompeten urusan Lingkungan, tapi tidak menyurutkan semangat konservasi, dengan membentuk komunitas solidaritas yang beranggotakan masyarakat lokal”. terangnya.

Imanuel juga memaparkan, di Manado salah satu program unggulan dampingannya yakni Mangrove Techno Park yang terbilang sukses mandiri secara pengelolaanya, diproses melalui aneka pelatihan-pelatihan budidaya pohon mangrove.

“Kesimpulan saya, yang kita butuhkan saat ini adalah intens dalam berkolaborasi peran dengan multipihak, karena kita tidak bisa berdiri sendiri untuk terus memunculkan inovasi memberikan perhatian kepada pengelolaan sumber daya alam hutan yang berkelanjutan.” Tutup Imanuel dalam rembuk Inovasi ini. (IRN)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.