Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 4 Maret 2024

Program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Disegerakan, Wajib Vaksinasi Anak Usia 6-11 tahun. Orang Tua Angkat Bicara!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp
Seorang siswa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di SDN KARANGSONO, Sukorejo, Pasuruan Jawa Timur. Kamis (06 /01/2022).

PortalArjuna.Net-Sukorejo, Melalui Kementrian Kesehatan Pemerintah merencanakan Program Wajib vaksinasi COVID’19 bagi anak usia 6-11 tahun yang akan dimulai pada, Kamis (06/01/2022).

Terkait hal tersebut, Pemerintah berencana program vaksinasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari provinsi dan kabupaten/kota. Tim Advokasi vaksinasi, memberikan dukungan yang kuat terhadap rencana pemerintah. Pemerintah berharap dengan adanya program ini, para orang tua dapat ikut serta mendukung berjalannya wajib vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Penyebaran Virus Covid-19 ini tidak mengenal batasan usia. Virus ini dapat menyerang siapapun mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun.

Rencana pemerintah akan pemberian vaksin Covid-19 kepada anak usia 6-11 tahun disambut baik oleh masyarakat di sekitar wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Satgas Covid-19 dan tim Advokasi vaksinasi tetap mengingatkan bahwa program vaksin ini di prioritaskan pada kategori usia produktif serta lansia.
Mengetahui hal ini, terjadi pro kontra pada orang tua anak didik yang dimintai tanggapan mengenai adanya program wajib vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini.

“Ya saya sangat setuju dengan adanya program wajib vaksin anak ini, karena saya sebagai orang tua sudah melakukan vaksinasi bertahap secara keseluruhan. Awalnya saya ragu dan juga khawatir tetapi saya yakin pemberlakuan vaksinasi ini tidak menimbulkan efek jangka panjang jadi saya selalu berusaha berpikir positif agar bisa melakukan aktifitas seperti biasa dan tetap tenang supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan” ujar bu Ayu, seorang ibu rumah tangga dan tenaga pendidik. Kamis (06/01/2022).

Hal senada juga ia sampaikan mengenai Program Tatap Muka yang akan disegerakan dalam waktu dekat ini. Ia memberanikan diri menyekolahkan anaknya tatap muka setelah diberikan vaksinasi Covid-19.

“Saya yakin dengan mengikuti alur program pendidikan yang sudah ditetapkan pemerintah dapat berjalan dengan baik, jika kita sebagai orang tua memberikan arahan yang baik juga pada anak. Bahwa pemberian vaksin ini tidak menimbulkan efek serius, terkecuali anak yang memiliki riwayat sakit sebelumnya. Saya masih sedikit khawatir juga meski sudah dibilang aman” tandasnya.

Ia juga berpendapat berbeda, ia mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka karena sudah mengikuti program vaksinasi. Menurutnya, jika program pembelajaran daring dirasa kurang efektif untuk anaknya saat belajar dirumah, ia sangat senang saat mengetahui pembelajaran tatap muka akan disegerakan. Namun ia mengkhawatirkan apabila masih ada orang tua yang tidak menyegerakan anaknya untuk mengikuti program vaksinasi tetapi tetap mengikuti proses pembelajaran tatap muka. Ia hanya tidak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan saat anaknya aktif masuk sekolah nantinya.

Adapun tujuan sebelumnya, pemberian vaksin untuk anak usia 6-11 tahun ini agar seiring dengan pelaksanaan vaksin pada usia dewasa maka dapat terbentuk kekebalan tubuh. Sehingga kemungkinan terjadi penularan baik di lingkungan sekolah maupun rumah mejadi resiko kecil dan lebih terlindungi.

(Wafiq Aziza)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial