Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 21 Februari 2024

Demi Lingkungan Belajar yang Literat, Kemendikbudristek Ajak Para Guru Kembangkan Strategi Berliterasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

PortalArjuna.Net-Pasuruan, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan webinar dengan tema “Diseminasi Peraturan Dirjen GTK tentang Kerangka Kompetensi Literasi dan Numerasi”.

Diadakannya acara tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang strategi literasi.

Webinar ini dihadiri oleh tiga pembicara, diantaranya yaitu Firman Parlindungan dari Universitas Teuku Umar Aceh, Sofie Dewayani dari Yayasan Litara, dan Riski selaku Guru dari SDN Sidotopo I/48 Surabaya.

Firman Parlindungan berpendapat kata literasi atau istilah literasi semakin berkembang.

“Literasi berkaitan dengan satu bahasa, dwiliterasi (biliteracy) berkaitan dengan literasi dalam dua bahasa dan literasi multibahasa (multilingual literacy) berkaitan dengan dua bahasa atau lebih, dan yang terakhir multiliterasi ini melibatkan visual, matematika, IT, media sosial, dan bisa dalam satu bahasa ataupun dua atau lebih bahasa,” kata Firman menjelaskan pada Selasa (8/3/2022).

Cotohnya adalah pengertian literasi yang dikeluarkan UNESCO tahun 2004 dan ILA tahun 2016, menjelaskan bahwa literasi berkaitan dengan kemampuan atau kompetensi, mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, mencipta, mengomputasi dan berkomunikasi, dan semua kompetensi yang berkaitan dengan simbol yang tertulis dalam berbagai konteks.

Pengamatan yang sistematis dan melihat perkembangan literasi secara langsung harus dilakukan jika ingin melakukan pembelajaran literasi.

Sofie Dewayani sebagai pembicara kedua menjelaskan tujuan perumusan kerangka kompetensi literasi guru adalah untuk memberikan bimbingan bagi program kapasitas guru agar bisa mengembangkan suasana belajar yang literat sekaligus membuat para siswa merasa senang.

Selanjutnya yaitu supaya pembelajaran berkualitas dapat berkembang dengan pola berpikir melalui tulisan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.
Untuk tujuan yang terakhir, memberikan arah bagi program pengembangan profesionalisme dan peningkatan kecakapan literasi guru.

Narasumber ketiga, Riski menambahkan selama praktik pembelajaran dan asesmen literasi di SD, strategi membaca dan menulis yang ditetapkan berjalan secara eksplisit.
Ada beberapa kelompok pada kegiatan pembelajaran, terdiri dari 1) mini lesson yaitu menyajikan kegiatan belajar yang menarik selama 15 menit, 2) conferring dan small group yaitu membuat kelompok diskusi untuk membahas suatu hal selama 35 menit, dan 3) share yaitu mengadakan diskusi dan saling bertukar pendapat selama 10 menit.

“Dengan menggunakan strategi pembelajaran menulis secara eksplisit, siswa dapat melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri.

Tujuan asesmen ditujukan untuk mengetahui kelancaran membaca anak teknik yang digunakan untuk menjalankan catatan (running records),” kata Riski menambahkan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial