Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 21 Februari 2024

Mahasiswa UYP KKN 03 Turut Andil dalam Mengajar Al-Qur’an dengan Metode Qiroati TPQ Al-Firdaus di Desa Sumber Pitu Tutur Pasuruan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

PortalArjua.Net-Pasuruan, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) menjadi salah satu tempat atau sarana untuk menanamkan pendidikan agama islam khususnya dalam membaca Al-Qur’an yang benar. Salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Yudharta Pasuruan bernama Lailatun Nishfi melakukan pengabdian dengan mengajar di TPQ Al-Firdaus yang bertempat di Desa Sumber Pitu Tutur Pasuruan.(06/07/2022)

Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program kerja yang di implementasikan di Desa Sumber Pitu. Pengabdian di Sumber Pitu ini dilaksanakan selama masa KKN berlangsung.

Kegiatan pembelajaran di TPQ Al-Firdaus ini setiap hari dan libur di hari Jum’at untuk tingkatan jilid Pra TK, 1,2,3 dimulai dari pukul 16.30 hingga pukul 17.45 WIB. Sedangkan jilid 4, 5, juz 27, jilid 6, Ghorib, Tajwid Finishing dimulai setelah magrib sampai masuknya waktu isya’. Kegiatan tersebut meliputi bimbingan baca Al-qur’an menggunakan metode qiraati, yaitu santri dikelompokkan sesuai dengan tingkatan jilidnya dan difokuskan sisi fashohah, mizan dan makhorijul hurufnya.

Dengan jumlah santri yang banyak yaitu kurang lebih 200 santi, terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di TPQ Al-Firdaus yaitu tenaga pendidik yang kurang memenuhi. TPQ Al- Firdaus hanya memiliki 6 guru dan 2 Usthadzah masih proses menyelesaikan pembinaan, sedangkan kelas atau tingkatan jilid yang terdapat di TPQ ada 7 tingkatan yang terdiri atas kelas Jilid 1, Jilid 2, Jilid 3, Jilid 4, Jilid 5, dan Jilid 6 (Al-Qur’an Juz 27 – 30), sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran bimbingan baca Al-Qur’an dengan menggunakan metode qiraati memakan waktu yang banyak dikarenakan satu guru harus mengajar di 2 kelas atau tingkatan yang berbeda.

Usthadzah Diyan mengatakan bahwa di TPQ Al-Firdaus santrinya kurang lebih 200 sedangkan gurunya hanya 6, jadi satu guru harus mengajar di 2 kelas atau tingkatan yang berbeda. Sebenarnya satu guru hanya memegang satul. SPP pun hanya 25k tidak berani untuk menaikkan karena memang dirasa pengajaran juga masih belum maximal.

Sehingga salah satu mahasiswa Yudharta KKN 03 berinisiatif untuk membantu dalam mengajar. Namun mengajar TPQ di AL-Firdaus ini yang bisa membantu hanya satu mahasiswa karena harus memenuhi beberapa syarat yaitu lulus syahadah dan mengikuti tahap pembinaan sebelumnya.
“memanfaatkan betul ijazah syahadah yang saya miliki dengan ikut mengajar di TPQ Al-Firdaus metode qiraati karena juga di TPQ ini kuantitas guru dan muridnya tidak seimbang sehingga kurang maximal dalam mengajar” Ujar Nishfi anggota KKN03
Silviya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial