
PortalArjuna.Net – Seperti yang kita ketahui bersama, pemasaran digital merupakan bagian strategi dengan memanfaatkan perangkat elektronik seperti media sosial.
Strategi ini menjadi sebuah upaya pemasaran online di mana penjual bisa berkomunikasi dengan pelanggan melalui internet.
Walaupun menggunakan media sosial adalah sebuah strategi pemasaran bisnis yang tepat, tetap diperlukan pemahaman dari esensi penggunaan media sosial bagi masyarakat modern.
Sebab, pemasaran melalui media sosial tidak bekerja secara langsung. Konversi penjualan membutuhkan waktu yang cukup lama, persamaan persepsi dengan para pengguna media sosial lainnya, dan membutuhkan trust atau rasa saling percaya.
Jika rasa percaya ini meningkat bersamaan dengan strategi yang tepat, maka penjualan bisa berjalan dengan lancar.
Alasan ini yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Kelompok 15 Universita Yudharta Pasuruan menyelenggarakan workshop UMKM bertajuk “Strategi Marketing dan Management Produksi di Era Digital” untuk membantu para pelaku UMKM maupun warga pada umumnya yang ada di Desa Lebakrejo.
Seminar yang berlangsung pada Sabtu, 23 Juli 2022 ini diisi oleh 2 pemateri yang sangat komunikatif, yaitu Bapak M. Nur Hadi, S.Ag M.PdI dan Bapak Abdillah Mundir, S.E, M.E, selaku Dosen Universitas Yudharta Pasuruan.
Sementara audiens yang hadir adalah para warga yang jadi perwakilan UMKM dari setiap dusun yang ada di Desa Lebakrejo.
Wokrshop ini bertujuan membantu warga yang memiliki usaha baik yang berbentuk produk makanan, minuman, ataupun jasa agar dapat mempromosikan usaha mereka dengan memaksimalkan penggunaan media sosial.
Warga Lebakrejo sangat antusias dan aktif dalam kegiatan tersebut, terbukti dengan sesi tanya jawab serta diskusi yang berjalan dengan lancar.
Menurut Bapak Suyono selaku Sekretaris Desa Lebakrejo, kegiatan Workshop ini sangat bagus untuk menambah wawasan dan mengasah skill warganya untuk berbisnis di era pasar digital masa kini.
“Saya berharap dengan adanya workshop ini pelaku usaha di Desa Lebakrejo dapat mengimplementasikan ilmu yang diberikan untuk dijadikan modal usaha dalam membangun bisnis pasar digital marketing itu sendiri,” kata Bapak Suyono menambahkan.









