Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 9 Mei 2026

Hasilkan Pupuk yang Ekonomis, Mahasiswa kelompok 8 KKN SDGs Universitas Yudharta Pasuruan Adakan Pelatihan Membuat Kompos Kotoran Hewan

PortalArjuna.Net – Mahasiswa kelompok 8 KKN SDGs Universitas Yudharta Pasuruan pada hari Jumat, 15 Juli 2022 melakukan pelatihan pembuatan kompos kotoran hewan (pupuk organik) bersama dengan Bapak Rozi selaku Kepala Urusan Bidang Pengembangan di Desa Bakalan.

Sore itu sebelum praktek pembuatan pupuk organik, Bapak Rozi terlebih dahulu memaparkan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan saat membuatnya.

“Takarannya harus pas agar pupuk yang dihasilkan bisa sempurna,” kata Bapak Rozi.

Setelah para mahasiswa dan warga Desa Bakalan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Bapak Rozi, kemudian disusul dengan praktek langsung pembuatan kompos kotoran hewan tersebut.

Berikut adalah bahan dan cara yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik:
Bahan
– Kotoran sapi: 800 kg
– Molases: 2,5 liter
– Sekam padi : 200 kg
– Dekomposer (stardec): 2,5 kg
– Air: secukupnya

Alat yang diperlukan
1. Gudang untuk menyimpan kompos.
2. Ember 2 buah untuk mengambil air dan mengencerkan molases.
3. Karung untuk mengemas kompos.
4. Dua buah cangkul dan sekop untuk mengaduk bahan kompos
5. Terpal untuk menutupi adukan kompos
6. Tempat teduh dari sinar matahari dan hujan untuk proses
7. pembuatan kompos dibagi menjadi 4 bagian:
– Bagian I proses pengadukan
– Bagian II adukan umur 1 minggu
– Bagian III adukan umur 2 minggu
– Bagian IV kompos sudah jadi dan pengemasan kompos.

Cara pembuatan
1. Siapkan bahan kompos
2. Taruh sekam padi di atas kotoran sapi.
3. Taburkan stardec secara merata.
4. Molasses diencerkan dan disiramkan merata di atas adukan.
5. Aduk bahan kompos sampai rata.
6. Atur kelembaban 60 persen dengan ciri bila digenggam tidak pecah, tidak ada tetesan air dan tangan tidak basah.
7. Apabila kurang lembab ditambah air secukupnya.
8. Bahan yang sudah diaduk ditutup dengan terpal.
9. Pembalikan dilakukan setiap minggu.
10. Pengecekan proses pengomposan dilakukan pada hari ketiga, apabila terasa panas, maka terjadi proses pengomposan.
11. Proses pengomposan berlangsung selama 3 minggu.

Setelah 3 minggu kompos sudah jadi ditandai dengan bahan kompos tidak panas dan tidak bau. Kompos hewan sendiri selain ramah lingkungan dan harganya sangat ekonomis, juga bisa menjadi alternatif pupuk kimia yang di subsidikan oleh pemerintah.

Ciri-ciri kompos sudah jadi dan baik adalah:
1. Warna kompos coklat kehitaman.
2. Aroma kompos yang baik tidak menyengat, tetapi 3. mengeluarkan aroma seperti bau tanah atau bau humus hutan.
3. Apabila dipegang dan dikepal, kompos dari kotoran sapi akan menggumpal. Apabila ditekan dengan lunak, gumpalan kompos akan hancur dengan mudah.***

(Nadia)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial