
PortalArjuna.Net-Pasuruan, Usai proses wawancara yang dilakukan mengenai sejarah Prasasti Cunggrang oleh kelompok KKN 25 Universitas Yudharta Pasuruan pada Hari Kamis, 21/07/2022 Pukul 16.00 WIB di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, di lereng timur laut Gunung Penanggungan.
Wawancara tersebut termasuk salah satu program KKN Desa Wisata yang notabene nya mengupdate Prasasti Cunggrang untuk lebih dikenal luas oleh khalayak.
“Kondisi Prasasti Cunggrang ini memang ada yang kita syukuri ada yang kita sayangkan, kalau yang kita sayangkan memang sudah berumur 1092 tahun, jadi 1092 tahun ini adalah hari jadinya Pasuruan yang diambil dari berdirinya pertama kali. Prasasti ini dibuat dengan rentang waktu yang 1000 tahun lebih ini memang banyak keausan atau kerusakan yang terjadi di Prasasti Cunggrang dengan waktu yang sangat tua, cuman ada yang harus kita syukuri bersama-sama, saya dan kalian semua dengan rentang waktu 1992 tahun ini kita masih bisa menikmati keelokan keelokan tulisan para leluhur kita”, kata. Anna Wiji Astutik juru kunci Prasasti.
“Mengenai Prasasti sangat bersyukur biarpun secara penelitian kalau Prasasti Cunggrang ini itu peninggalan di masa peninggalan kerajaan Medang yang diketahui peradaban Hindu Budha”, imbuhnya.
Bu Anna menyampaikan segala kekurangan teknologi yang di tahun itu 1000 Tahun yang lalu manusia bisa menciptakan peradaban yang sangat elok bisa membuktikan kalau orang Jawa itu bisa sangat kaya peradabannya dan bisa ditulis dengan batu ini. Kami bisa menikmati sampai sekarang jadi sangat bersyukur. cuman untuk sangat disayangkan sedikit mungkin untuk ke depan anak-anak mulai pendidikan dini mulai PAUD dan seterusnya itu bisa dikenalkan dengan sejarah-sejarah yang ada di Kabupaten Pasuruan, karena yang kita ketahui sejarah yang ada di Pasuruan ini sangat tua.
“Saya berharap juga untuk adik-adik ke depan untuk mengetahui Prasasti Cunggrang ini jangan dilihat ke mistisnya, yang diketahui banyak orang karena Prasasti tunggal batu yang dikeramatkan. Jadi mohon berkunjung ke sini di balik batu yang bisa kita keramatkan pada sejarah dan tulisannya yang bisa dipelajari”, pungkasnya.









