PortalArjuna.Net, PASURUAN – Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) melakukan pemberdayaan desa melalui Program Riset Desa di Desa Winong, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemberdayaan ini dilakukan melalui tim pengusul program riset keilmuan dengan skema riset desa ‘Model Pentahelix Untuk Menciptakan Creating Shared Value Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan’.
Kegiatan pemberdayaan tersebut dilakukan selama satu tahun dan berjalan sejak Desember 2021 hingga Desember 2022 mendatang. Pemberdayaan itu didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Tim pengusul pemberdayaan desa di Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan terdiri dari beberapa dosen UYP yakni berjumlah tiga orang. Selain itu, juga dilibatkan sejumlah mahasiswa Prodi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis UYP dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Ketua tim, Aminulah mengatakan “pemberdayaan ekonomi melalui Program Riset Desa yang dilakukan meliputi berbagai kegiatan. Seperti pelatihan FGD Pemetaan pemberdayaan masyarakat dan objek Perusahaan dengan Desa, FGD bersama Masyarakat dan stakeholders Desa termasuk Perusahaan Terkait, Capacity Building Pemerintahan Desa Winong serta pemberdayaan komunitas Karang taruna sebagai pilot project pemberdayaan ekonomi.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang tergabung dalam Group Pentahelix yakni: Akademisi, Bussiness, Government, Community dan Mass Media. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendisain konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui konsep (Coorporate Social Responsibility) yang dikembangkan menjadi (Creating Shared Value) dari perusahaan-perusahaan yang berada di Desa Winong. (Agustus, 20-2022).
Tujuan secara umumdari Program Riset Desa ini adalah sebagai upaya membangkitkan ekonomoi masyarakat Desa Winong, yang notabenenya terdampak covid-19 yang lalu,” kata anggota tim, Any Urwatul Wusko”.
Selama dilakukannya kegiatan riset di Desa Winong, mahasiswa juga turut berperan aktif. Baik di lapangan, maupun di ruang kelas melalui penyelesaian program dengan metode penelitian kualitatif.
Mahasiswa yang terlibat juga ikut melaksanakan KKN membangun Desa di Desa Winong. Termasuk melakukan penelitian pada UMKM Desa Winong, merancang desain dan pengembangan pelatihan, serta menyusun artikel publikasi di jurnal nasional dan internasional.
“Nantinya, kegiatan tersebut akan direkognisi ke dalam mata kuliah yang relevan sesuai dengan ketentuan program MBKM,” ujarnya.









