
PortalArjuna.net-Sengonagung | Tempe merupakan salah satu makanan olahan dari kedelai yang banyak digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satu hal yang membuat makanan ini menjadi favorit yaitu harganya yang murah, bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, dan yang paling penting, kaya akan berbagai macam nutrisi. Tempe mengandung protein yang tinggi dan rendah kandungan lemak.
Kelezatan tempe membuka peluang pasar bagi para pengusaha tempe, salah satunya seperti Ibu Nur (50), warga Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Ibu Nur sudah menggeluti usaha dibidang tempe sejak tahun 2002. Usahanya terus berkembang dan eksis hingga sekarang.
Tempe yang dijual ibu nur dibandrol dengan harga Rp.5000.00 untuk buntelan tempe kecil. Sedangkan tempe dengan buntelan lebih besar dibandrol dengan harga Rp.10.000 Dalam sehari Ibu Nur bisa mengolah 5-10 kilogram kacang kedelai menjadi tempe. Omset yang bisa Ibu Nur kantongi dalam sehari sekitar Rp.200.000,00
Target pasar Ibu Nur, merupakan masyarakat yang berada di wilayah sekitarnya. Tempat dagangnya terletak di Pasar Pandaan, Desa petungsari, Kecamatan pandaan, Kabupaten pasuruan. Di Pasar ibu nur berjualan setiap hari mulai hari senin sampai minggu. Di waktu yang lain, ibu nur juga menerima pesanan dari warung-warung makan. Ada sekitar 5 warung makan yang sudah menjadi pelanggannya. Ibu Nur juga biasanya kebanjiran pesanan saat ada orang hajatan. Sampai-sampai pernah kekurangan bahan dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Kisah Ibu Nur merupakan salah satu contoh pengusaha yang telaten dan konsisten dalam berbisnis. Tempe miliknya juga menjadi salah satu primadona karena rasanya yang khas dan sudah diakui kelezatannya. Sudah sejak tahun 2022 lalu, beliau menekuni pekerjaannya. Setiap orang sejatinya punya peran masing-masing, begitu pula Ibu Nur yang secara tidak langsung menjadi tonggak pemenuhan olahan makanan sehat kaya protein untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Dari kisah Ibu Nur, kita belajar bahwa kisah inspiratif bisa datang dari mana saja. Ibu Nur yang sudah hampir memasuki usia senja tetap semangat bekerja. Selama belasan tahun beliau juga berhasil menjaga konsistensi kualitas produk tempenya sehingga masih bisa tetap bersaing hingga sekarang.








