Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 9 Mei 2026

Akademi Digital Lansia, Perkuat Literasi Digital Bagi Lansia Bukan Sekedar Paham

Portalarjuna.Net, Madiun – Sebanyak 30 lansia di Kota Madiun menjadi peserta dalam Akademi Digital Literasi (ADL) bagi warga lansia. Mengambil tema Akses Aman dan Pintar di Ruang Digital, Akademi Digital Lansia (ADL) yang diselenggarakan pada tanggal 22 Februari 2023 di Kota Madiun tepatnya di Aula Senam No. 50, Kanigoro, Madiun berlangsung selama 3 jam.

Pada kegiatan ADL ini peserta lansia yang berjumlah 30 orang dibagi menjadi 4 kelompok dengan didampingi oleh 2 fasilitator. Terdapat 10 fasilitator yang menjadi pendamping dalam kegiatan ADL ini, diantaranya adalah Nurhana Marantika, Bambang Setyo Utomo, Maulana Ashari, Veri Setiawan, Nur Aini Shofiya Asy’ari, Aditya Fahmi Nurwahid dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kemudian dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) ada Ulfi Nurfaiza, Luthfi Ulfa Ni’amah, Dimas Prakoso Nugroho, dan Clara Sinta Pratiwi.

Seluruh fasilitator yang terlibat dalam kegiatan ini telah terlebih dahulu mengikuti Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan oleh Tim Program Tular Nalar. Selain itu, fasilitator yang terlibat dalam program Tular Nalar Akademi Literasi Digital ini juga merupakan anggota Jaringan Pegiat Lietrasi Digital (Japelidi) sebagai mitra Tular Nalar.

Program Tular Nalar yang menyasar komunitas lanjut usia (lansia) melalui Akademi Digital Lansia (ADL) merupakan program yang diprakarsai oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Program itu ditujukan untuk mengurangi jumlah lansia yang menjadi korban hoaks dan penipuan digital. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mafindo dan UNICEF pada tahun 2020 menunjukkan bahwa faktor usia dan pendidikan berpengaruh kuat pada kepercayaan pada hoaks, orang-orang usia lanjut merupakan kelompok rentan pengguna media digital yang dapat menjadi korban sekaligus pelaku penyebaran.

Program tular nalar yang secara khusus ditawarkan Akademi Digital Lansia, bertujuan untuk membekali lansia agar cakap digital sehingga mampu menyaring informasi yang diperoleh, tidak mudah tertipu, dan mampu mengamankan data pribadi dengan baik. pembekalan terhadap lansia bertujuan menjadikan mereka mampu berpikir kritis, tidak mudah tertipu, dan tidak menjadi bagian dari upaya menyebar ujaran kebencian dan kabar bohong. Kemampuan literasi digital tidak cukup hanya dari kemampuan untuk menghindari ancaman di dunia digital, namun lebih pada kecakapan menggunakan gawai serta melindungi data pribadi.

Selama proses fasilitasi diskusi, lansia peserta ADL aktif dan antusias. Dikatakan oleh salah satu peserta bahwa, “waktu kegiatannya kurang lama”. Di kelompok lain peserta ADL menyampaikan, “pendampingan ini sangat bermanfaat bagi kami lansia agar terhindar dari penipuan, perlu diadakan lagi kegiatan yang seperti ini”, ujar ibu Eva Maya L. Dewi.

Kegiatan ADL ini tidak berhenti pada fasilitasi diskusi saja, peserta ADL akan didampingi pasca kegaiatan selama 3 minggu. Pendampingan dilakukan secara online dengan grup WhatsApp pendampingan merupakan kelanjutan dari proses fasilitasi yang telah dilakukan. Proses pendampingan menjadi bagian dari penguatan literasi digital dari lansia yang telah mendapatkan pelatihan atau fasilitasi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial