Portalarjuna.Net, Purwosari – Sebagai upaya pembekalan mahasiswa terhadap dunia kerja, kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) mencanangkan sebuah program berupa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan, serta meningkatkan kompetensi baik soft skills maupun hard skill agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman sehingga mencetak generasi muda yang unggul.
Studi Independen merupakan salah satu dari sekian banyak program yang ditawarkan oleh Kemendikbud dalam MBKM. Pada program tersebut mahasiswa dapat mempelajari kompetensi yang spesifik, praktis, dan dibutuhkan di masa depan. Mereka juga dapat berinteraksi dengan para pakar yang ahli di bidangnya untuk memahami penerapan dan mempraktekkan kompetensi tersebut dalam sebuah proyek nyata.
Salah satu mitra yang tergabung dalam program studi Independen ialah CIAS (Corporate Innovation Asia) yang merupakan konsultan inovasi bisnis di Jakarta dengan program studi Metaverse 3D World Creation and Commercialization.
Dari 2.734 peserta yang mendaftarkan diri pada program CIAS ini, salah satu mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan berhasil lolos dan menjadi bagian dari 250 peserta terpilih. Mahasiswa tersebut bernama Mokhamad Yunus dari program studi ilmu komunikasi. Ia berhasil menjadi peserta Studi Independen di CIAS selama lima bulan dari Agustus Hingga September 2022.
“Jadi apapun yang kita lakukan, kalau ilmu komunikasi bisa dari segi fotografi, publik speaking, conten creator, broadcasting, semua dapat dilakukan di metaverse. Bahkan jika dari jurusan pertanian mereka bisa menanam tanaman dan melakukan penelitian di metaverse,” jelas Yunus.
Dalam melaksanakan studi Independen, CIAS juga memiliki beberapa sistem pembelajaran yang harus diikuti dan diselesaikan oleh mahasiswa. Yang pertama yaitu Plenary Lacture yang merupakan sesi belajar mengajar yang dilakukan dalam kelas secara online melalui Zoom meeting pada waktu yang sudah dijadwalkan. Pembelajaran ini memiliki 5 fase dimana mahasiswa diajarkan mengenai metaverse fundamental, metaverse market opportunity, metaverse asset, metaverse game dan metaverse commercialization.
Kemudian pembelajaran yang kedua ada Assignment and self learning di mana mentor memberikan tugas individu kepada mahasiswa di setiap akhir Plenary Lacture dan dikerjakan secara self learning. Selanjutnya yakni Workshop, di mana mahasiswa berbagi terkait apa yang telah mereka pelajari dari belajar mandiri dan mendiskusikan bagaimana pengetahuan yang diperoleh dengan pendamping atau mentor. Di Pitching and Evaluation mahasiswa mempresentasikan hasil project work secara jelas, efektif, dan efisien dihadapan panelis ahli untuk mendapatkan feedback sebagai pendukung assigment maupun Project box yang dikerjakan.

Terdapat pula ada Enrichment Class yang merupakan kelas khusus untuk melengkapi dan memfasilitasi kurikulum yang sudah diberikan dari pihak CIAS. Terakhir terdapat Q and A , dimana mahasiswa melakukan sesi tanya jawab interaktif bersama ahli dan praktisi metavers dari beberapa mentor di WIR group yang merupakan perusahaan metavers pertama di Indonesia dan sudah diakui serta dipercaya oleh pemerintah.
Selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan, Yunus mengungkapkan bahwa banyak sekali pengalaman yang bisa ia dapat dari CIAS. Terlebih ia adalah mahasiswa prodi ilmu Komunikasi yang awalnya tidak mengetahui apa itu metaverse, belum bisa membuat 3D asset dan semua pengerjaan program dimulai dari nol.
“Banyak manfaat yang saya dapat, seperti pembelajaran terkait teknologi khususnya dari metaverse, design thinking, membuat 3D asset, commercialization dan sangat banyak sekali. karena ini adalah pengetahuan dan pengalaman baru bagi saya,” ujar Yunus.
Salah satu pengalaman terbaiknya yaitu bisa bertemu dengan mentor yang mumpuni dibidangnya terutama tim satelit dari CIAS dan beberapa panelis maupun mentor profresional dari WIR Group. Yunus mengaku sangat senang dan bangga bisa turut andil dan menyelesaikan program ini
“Dengan adanya program ini kita juga dididik untuk disiplin dan diajarkan untuk tanggung jawab. Kita harus merubah mindseat untuk tidak mudah berputus asa apapun kondisinya. Selain itu kita juga diajarkan untuk menyelesaikan masalah atau problem solving. Saat kita tidak paham materi, terkendala alat atau masih bingung mengenai hal- hal yang diajarkan,” tambahnya.
Dalam pengerjaan program Studi Independen di CIAS para mahasiswa dibagi menjadi 56 squad. Setiap squad memiliki kurang lebih 4-5 anggota yang merupakan mahasiswa dari berabagai universitas dan berbagai jurusan. Setiap squad mengikuti pembelajaran dan mengerjakan projek selama program berjalan. Yunus merupakan salah satu anggota dari squad 48. Ia bersama 4 temannya mengerjakan project metaverse berbasis roblox dengan nama Metalen.
“Dari sesi workshop kita diajarin roblox dan coaching. Roblox itu sebagai media pengaplikasian project metavers kita. Karena kita juga bikinnya dari nol dari coding dan bikin aset nya kita bikin diblender untuk diexport di roblox,” jelasnya

Metalent ini bergerak dalam bidang fotografi dan berfungsi sebagai tempat belajar fotografi, tempat memaparkan hasil karya fotografi atau gelar karya dan terdapat sistem lelang karya fotografi. Project tersebut ditargetkan untuk siswa SMA dan Mahasiswa, khususnya bagi organisasi atau UKM fotografi dan orang yang tertarik di dunia fotografi.
Banyak hal yang mereka lalui dalam pengerjaan project tersebut. Meskipun memiliki job disk masing-masing, dalam pekerjaan mereka tetap saling berkolaborasi dan menutupi kekurangan satu sama lain
“Kita diajari marketing, sistem agile, perhitungan value dari market, penentuan market, penentuan customer. Kita bener bener wawancara secara langsung dan mencari beberapa partnet yang mau join di metaverse kita atau yang mau investasi di metaverse kita,” ungkap Yunus.
Di akhir wawancara Yunus mengungkapkan pesan dan kesannya selama melaksanakan studi independent Metaverse 3D World Creation + Commercialization dari CIAS
“Sangat bermanfaat, banyak ilmu dan pengetahuan bagi saya terkait perkembangan teknologi khususnya pada internet yang sangat pesat. Apalagi nantinya metaverse ini dalam 5 sampai 10 tahuan kedepan akan benar benar ada,” kesannya.
Untuk pesan Yunus memberikan himbauan bagi seluruh mahasiswa di Indonesia dari berbagai jurusan bahwa mereka dapat masuk dalam program metaverse, karena CIAS mengadakan kembali program ini di MSIB Batch 4. Apalagi saat ini CIAS telah dinobatkan sebagai program studi independen terbaik oleh Kemendikbud.









