Portalarjuna.Net, Bangil – Pondok Pesantren Darullughoh Wadda’wah mengadakan program pelepasan Santri Praktek mengajar (SPM) masa khidmah 1444-1445 H yang bertempat di masjid Baitul Ghoffar pada hari Sabtu (06/05/2023) siang. Pada tahun ini pengurus mengutus 300 SPM ke beberapa pondok pesantren di seluruh wilayah di Indonesia seperti Samarinda, Cirebon, Jakarta, Pontianak, Bogor, Pasuruan dll dan luar negeri seperti Negeri Sembilan dan Kedah.
Acara ini dihadiri oleh Asatidzah Ponpes Dalwa, Penanggung jawab SPM, peserta SPM dan beberapa perwakilan penjemput dari berbagai pondok pesantren. Adapun sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz. Sholehuddin Hasyim, M.H. I (Ketua Pengurus SPM) sekaligus pembacaan aturan-aturan bagi SPM sebelum pelepasan.
“Termasuk larangan bagi santri tugas adalah memegang HP di tempat tugas. Selama ini kami masih melihat ada beberapa bahkan banyak santri-santri tugas masih memegang dan menggunakan handphone. Sehingga kadang-kadang ini menjadi penyebab terjadinya pelanggaran yang lain. Oleh karena itu, mohon kerjasamanya dengan antum semua para pengasuh, pengurus ataupun pimpinan pondok pesantren agar sama-sama memegang aturan itu”, ujar Sholahudin Hasyim saat sambutan dan pembacaan aturan kepada semua SPM.
Beliau juga mengatakan bahwa tahun ini ada beberapa santri yang akan kita tugaskan ke Negeri Jiron. Terdapat 4 pesantren yang akan menjadi tempat tugas santri Dalwa di negeri Jiron yaitu 2 pesantren di Negeri Sembilan dan 2 pesantren di Kedah.
Acara yang ditunggu-tunggu oleh seluruh SPM dan para pimpinan dari berbagai pondok pesantren adalah pembacaan santri tugas ke masing-masing pondok pesantren yang ada di Indonesia dan luar negeri yang akan dibacakan langsung oleh Rois SPM yaitu Ustadz Sholahuddin Hasyim. Acara selanjutnya adalah mauidloh yang disampaikan oleh Ustadz Qoimuddin selaku perwakilan dari pengasuh ponpes Dalwa.
“Ponpes Dalwa ini adalah pesantren yang sama saja dengan pesantren-pesantren kalian. Pelajarannya juga sama, dengan sendirinya ilmunya juga sama. Mungkin kalau ada kelebihan adalah Bahasa Arab. Tentunya pesantren Dalwa ini mengutus SPM ini terutamanya untuk Bahasa Arab”, ujar Qoimuddin waktu menyampaikan mauidloh kepada semua SPM dan para hadirin. Acara ditutup dengan pembacaan do’a langsung oleh Ustadz Syahri.
Author : Ahmad Raihanul Majid









