Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 9 Mei 2026

LTN Jatim Apresiasi Yudharta Jadi Pusat Warisan Keilmuan Ulama’ Nusantara

Portalarjuna.net, Pasuruan – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama’ (LTNU) turut hadir dalam Launching Turots Center Universitas Yudharta Pasurua, Sabtu (13/5) Launching ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam kegiatan Peringatan Pasca 1 Abad NU. Tidak hanya Launching, dalam acara ini juga terdapat Lokakarya dengan tema “Nilai-Nilai Religius Pluralistik dalam Turats Nusantara”. Bertempat di Aula Pancasila Universitas Yudharta, acara ini menghadirkan tokoh-tokoh ternama antara lain Syaikh Muhammad Syadzi Mustofa Arbash, Dr. H. M. Mujab, M. Th, Dr. Ahmad Masykuri, SS.,MM., dan KH Ahmad Najib yang merupakan pihak dari LTNU Jatim.

Pada awal penyampaiannya, Najib Mengungkapkan bahwa beliau menyadari akan nama-nama gedung di Universitas Yudharta Pasuruan yang diberi nama unik. Seperti Gedung NKRI, Gedung Nusantara, Gedung UUD, Aula Pancasila dan lain sebagainya. Hal itu menunjukkan bahwa kita, Universitas Yudharta memiliki spirit nasionalisme yang tinggi

“Bagaimana menggabungkan pondok pesantren dengan tradisi keagamaanna dengan kecintaan nasionalisme terhadap bangsanya. Perlu terus ditanamkan dan ditingkatkan. Karena hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagaian dari iman,” ungkap Najib.

Beliau juga menyampaikan bahwa termasuk cinta tanah air adalah cinta terhadap turotsnya, warisan pendahulu dan warisan karya intelektual Ulama’. Dengan kita menjaga, melestarikan dan mengembangkan karya turots Ulama’ berarti kita menjaga keutuhan bangsa dan merupakan bagian sifat nasionalisme kita.

“Runtuhnya suatu bangsa karena 3 hal. Hilang sejarahnya, hilang turots atau warisan intelektualnya, dan hilangnya budaya asli atau tradisi,” tambahnya.

Beliau sangat apresiasi terhadap inisisatif Universitas Yudharta sebagai Turots Center karena merupakan bagian dari ikhtiar menjaga turots yang merupakan bagian dari jati diri bangsa. Hal tersebut juga sesuai dengan prinsip NU yaitu menjaga warisan pendahulu, salah satunya yakni turots. Bentuk anak yang berbakti salah satunya adalah ketika menjaga warisan orang tuanya. Maka Menjadi kewajiban bagi kita untuk birrul walidain terhadap Ulama’ terdahulu dengan mengkaji, mengembangkan, melestarikan, serta menjaga turots mereka.

“Ulama’ adalah pewaris para nabi, dan yang diwariskan bukanlah dinar atau dirham melinkan ilmu. Dan ilmu itu termaktub dalam turots kita. Jangan sampai kita jadi generasi yang seperti khimar, hanya membawa kitab dipunggungnya tanpa menegetahui dan mempelajari ilmu dan makna di dalamnya,” tegas beliau.

Sebelum penutup, beliau menyampaikan ajakan kepada seluruh hadirin Mahasiswa, Dosen, dan kepala lembaga Yayasan Darut Taqwa

“Kami dari Nahdlotut Turots ingin mengajak kepada teman-teman semua untuk ikut andil dan terlibat dalam penyelamatan, pelestarian serta pengembangan turots Ulama’ Nusantara. Dan ini dalah kewajiban. Kalau bukan kita siapa lagi?, kalau bukan sekarang kapan lagi?, kalu bukan di Universitas Yudharta, dimana lagi?,” ungkap…. tegas yang secara spontan disambut tepuk tangan meriah oleh para hadirin.

“Semoga turots terus berkembang terutama di Pasuruan. Semoga Yudharta bisa mengambil peran yang lebih strategis dan efektif untuk mengemangkan turots lokal kita agar bisa dimanfaatkan dan menjadi amal jariyah bagi para Masyayikh dan para pendahulu kita.,” pungkasnya.

Author : Angely Rahma

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial