Portalarjuna.net, Pasuruan – Dalam rangka memperingati satu abad NU, Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) adakan acara Pasca Peringatan Satu Abad NU yang dihadiri oleh para tokoh terkemuka. Peringatan Pasca Satu Abad NU bertempatan di Gedung Aula Pancasila dan berlangsung selama dua hari yakni pada Sabtu 13 Mei sampai Minggu 14 Mei 2023, (13/05/2023).
Pada hari pertama, acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti Launching Turats Center UYP & Kitab K.H. Imam Asy’ari Ngoro – Mojokerto, Lokakarya dengan mengusung tema “Nilai-nilai Religius Pluralistik dalam Turats Nusantara”, dan Workshop dengan tema “Intermediate Photography Course for Manuscript Digitization”.
Dalam acara tersebut juga menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka untuk menjadi narasumber, diantaranya Syaikh Muhammad Syadzi Mustofa Arbash dari STIA. Imam Syafi’i Cianjur, Dr. H. M. Mujab, M. Th., Dr. Ahmad Masykuri, SS, MM. dari Perpustakaan Nasional, dan K.H. Ahmad Najib dari LTN (Lembaga Ta’lif wan Nasyr) Jawa Timur.
Peringatan Pasca Satu Abad NU di Universitas Yudharta diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjut dengan Syubbanul Wathon dan pembacaan ayat suci Al-Quran. Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Kholid Murtadlo, ME., dalam sambutannya menyampaikan bahwa diselenggarakannya acara ini bertujuan untuk mengenal ulama dan karyanya.

“… belakangan hari banyak generasi kita, mahasiswa kita, santri-santri di pondok pesanteren kurang begitu mengenal ulama-ulama dan karya-karyanya. Karena karya-karya para ulama itu masih terlantun ditulisan tangan yang disimpan oleh beberapa ahli waris dan pondok pesantren di Indonesia, yang sebenarnya karya-karya itu sangat banyak,” ujar Dr. Kholid Murtadlo.
Acara dilanjutkan dengan launching Turats Center UYP dan Lokakarya dengan tema “Nilai-nilai Religius Pluralistik dalam Turats Nusantara”. Turats merupakan kitab peninggalan para ulama dan cendekia umat Islam terdahulu. Tujuan dibukanya Turats Center UYP adalah mendigitalisasikan kitab-kitab kuno, sehingga dapat terkumpul, terduplikasikan, terdokumentasikan, tersedianya, dan terlaksananya kajian-kajian turats ulama Indonesia.
“Naskah karya atau tulisan para ulama yang terdahulu, naskah yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Tujuannya adalah untuk betul-betul memastikan isi kitab atau tulisan naskah itu berasal dari penulis, bukan berasal dari orang lain. Semua yang ada didalam kitab tersebut adalah naskah yang benar, yang nantinya akan dipaparkan ketika di salin ulang tanpa mengurangi atau menambahkan kata satupun terhadap kitab itu sendiri,” ujar Syaikh Muhammad Syadzi Mustofa Arbash.
Kegiatan pada hari pertama ditutup dengan Workshop “Intermediate Photography Course for Manuscript Digitization” yang dihadiri oleh K.H. Marzuki Mustakmar.
(Siti Ainun Zari’ah)









