Portalarjuna.net, Purwosari – Pusat Konservasi Iwak Kali, yang dikenal dengan nama ‘Pak Wali,’ pada hari Rabu (4 September 2024) mendapatkan kunjungan istimewa dari Program Siap Siaga Kemitraan Australia-Indonesia untuk manajemen risiko bencana. Kunjungan ini juga dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah nasional, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pak Wali, yang berlokasi di Dusun Sukun, Desa Bakalan, merupakan pusat konservasi ikan pertama di Pasuruan. Didirikan pada tahun 2021, Pak Wali telah berperan penting dalam menjaga kelestarian berbagai jenis ikan lokal, seperti ikan nila, ikan tombro, ikan koi, dan masih banyak lagi. Selain itu, Pak Wali juga menyediakan area khusus untuk kegiatan memancing bagi masyarakat sekitar.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung program dan rencana masa depan Pak Wali, yang telah bekerja sama dengan Program Siap Siaga dalam upaya meningkatkan manajemen risiko bencana dan konservasi lingkungan. Komitmen Pak Wali dan mitranya tidak hanya terfokus pada konservasi ikan, tetapi juga membantu warga sekitar dengan memperbaiki kondisi lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan sungai dan mengembalikan keberlanjutan ekosistem lokal.
Mas Imam, sebagai penanggung jawab Pak Wali, menyampaikan harapannya untuk masa depan konservasi ini. “Harapannya ke depan, Pak Wali bersama teman-teman dari munculnya metode yang kita kerjakan di sungai itu kebermanfaatannya lebih luas lagi. Sehingga ada jawaban-jawaban atas permasalahan yang ada di lingkungan kita, mulai dari sungai yang kotor hingga mengembalikan konservasi ikan lokal yang menjadi penyegar bagi orang sekitar untuk lebih dekat dengan alam atau lingkungannya. Sehingga, jawaban-jawaban itu menjadi kemudahan keberlanjutan hidup kita bersama-sama untuk menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Mas Imam.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Pak Wali diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model bagi upaya konservasi ikan dan pelestarian lingkungan di daerah lainnya.
Author: Selinda Dwi Salsabila









