Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 9 Mei 2026

Kerasnya Hidup Pemecah Batu: Penghasilan Minim dan Penantian Panjang untuk Uang Rp 150 Ribu

Portalarjuna.net, Prigen – Abdul Rawi (74) salah satu pemecah batu dari Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Usia renta tak menjadi alasan, meski pekerjaan yang dilakoninya cukup melelahkan.

Bapak Abdul Rawi, bekerja sebagai buruh pemecah batu sejak 24 tahun lalu. Untuk bisa menjual satu Pick Up batu koral ia hanya mendapat Rp mendapatkan uang Rp 150, itupun harus menunggu hingga lima hari atau satu Minggu lamanya.

Ditempat ia bekerja, tepatnya di bawah pohon bambu yang rindang dan ia membuat gubuk sendiri dari terpal bekas yang membuat ia nyaman saat melakukan pekerjaan tersebut. memecahnya itu dengan cara dipukul menggunakan palu. “Sehari bisa mengumpulkan 1/5 kubik batu koral. Kerja Bapak Abdul Rawi mulai dari jam 07.00 wib sampai jam 11.00 wib siang saja”, kata Abdul Rawi, senin (18/11/2024).

Penjualan batu koral hanya ditempat toko bangunan saja. Namun misalnya ada yang mau pesan langsung melayani juga. “karena saya tidak punya pekerjaan Hanya pekerjaan ini yang bisa saya lakukan mau bekerja di pabrik juga sudah nggak bisa, meski tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari dari pada saya nganggur dan meminta minta lebih baik bekerja aeperti ini”

Author: Rangga Wahyu

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial