Portalarjuna.Net, Pasuruan – Tanaman Jagung telah dibudiadayakan oleh kelompok Tani desa Kersikan, sehingga ketersediaan tanaman ini melimpah, terutama pada saat panen raya. Jagung dijual dlam bentuk Jagung segar. Harga Jagung segar cenderung lebih rendah dibandingkan dnegan harga Jagung olahan. Kelompok ibu – ibu KWT permata berinisiatif memanfaatkan Jagung, terutama untuk mengatasi kelimpahan pada saat panen raya menjadi berbagai produk olahan dengan pendampingan TIM PKM Universitas Yudharta Pasuruan yang terdiri dari Bapak Deny Utomo, Ibu Khoirin Maghfiroh, Ibu Rr. Sri Karuniari Nuswardhani, dengan 2 mahasiswa yaitu Muhamad Barul Ilmi dari prodi ITP dan Iswatun Nisak dari prodi Agribisnis. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui hibah PKM 2024. Kegiatan ini juga melibatkan dinas pertanian kecamatan Gondang Wetan, selaku pendamping desa.
Kegiatan ini berfokus pada proses pengolahan Jagung menjadi produk pangan olahan yang memiliki masa simpan panjang dan menekankan prinsip “Less Waste” dalam proses pengolahannya. Pengolahan pangan berbasis “Less Waste” merupakan bagian dari upaya untuk meminimalisir limbah sebagai bagian akhir dalam proses pengolahan bahan pangan. Seringkali, peningkatan pengolahan bahan pangan berbanding lurus dengan peningkatan limbah. Limbah dapat berasal dari bahan baku, bahan tambahan dan proses yang digunakan selama pengolahan pangan. Limbah dalam proses produksi pangan biasanya berupa limbah padat, cair dan gas. Limbah padat dapat berasal dari sisa bahan yang digunakan selama proses pengolahan, kemudian limbah cair dapat berasal dari proses higienitas dan sanitasi selama proses pengolahan. Selanjutnya, untuk limbah gas dapat dipengaruhi oleh jenis bahan bakar yang digunakan selama proses pengolahan. Penggunaan kayu bakar berpotensi menghasilkan limbah berupa asap dalam intensitas yang lebih banyak dibandingkan dengan kompor gas.
Kelompok KWT Permata yang didampingi oleh tim PKM berinovasi mengolah tanaman Jagung menggunakan kompor gas sebagai sumber bahan bakar untuk meminimalisir limbah udara yang dihasilkan selama proses pengolahan. Selain itu, upaya pengolahan kembali limbah Jagung dalam proses pengolahan merupakan bagian dari penerapan prinsip “Less Waste”. Produk olahan Jagung yang dihasilkan oleh kelompok KWT Permata adalah Dodol Jagung, Tortilla chips, dan teh rambut Jagung. Produk dodol Jagung dikemas dengan klobot. Pemanfaatan klobot Jagung menjadi bahan pengemas dodol bertujuan untuk meminimalisir limbah daun pembungkus tongkol Jagung. Bagian jagung berupa biji, diolah menjadi dodol jagung dan Tortilla chips. Kemudian daun pembungkus tongkol (klobot) dikeringkan agar dapat digunakan sebagai bahan pembungkus. Proses pengeringan klobot dapat menggunakan oven bahan bakar gas maupun dengan cahaya matahari. Bagian Jagung lain, seperti Rambut Jagung diolah menjadi teh. Rambut jagung dikeringkan dengan cahaya matahari atau oven dengan bahan bakar gas hingga berwarna coklat, selanjutnya dikemas dengan kantung teh sehingga dapat dikonsumsi dalam bentuk seduhan teh celup. Produk yang telah dibuat oleh KWT Permata selanjutnya dijual melalui marketplace dan media sosial seperti tiktok dan instagram untuk mencapai skala pemasaran yang lebih luas.
“kami berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pelopor proses produksi pangan ramah lingkungan, sehingga dapat meminimalisir limbah yang dihasilkan selama proses pengolahan. Kemudian dengan adanya media digital, dapat meningkatkan pemahaman proses produksi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pemasaran produk olahan Jagung yang dihasilkan oleh KWT desa Kersikan serta dapat bersaing dalam skala pasaran yang lebih luas” ungkap salah satu anggota tim PKM.
Setelah kegiatan ini, kelompok KWT Permata berkomitmen menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang digunakan untuk meningkatkan budaya pengolahan pangan berbasis “less waste”. Kemudian dari sisi produk, peserta berkomitmen untuk meningkatkan pemasaran produk olahan Jagung melalui media digital. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu kelompok KWT Permata dalam mengatasi kelimpahan Jagung sekaligus pengolahan limbah dengan prinsip “less waste”. Secara luas, diharapkan sebagai media edukasi kepada masyarakat tentang proses pengolahan pangan inovatif yang ramah lingkungan.









