Portalarjuna.net, Pasuruan — Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Royal Tretes View, pada 13 November 2024. Acara tersebut menghadirkan berbagai narasumber, salah satunya adalah Zainul Ahwan, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Yudharta Pasuruan, yang membawakan materi bertajuk “Desa Wisata dalam Sistem Kepariwisataan di Indonesia.”

Dalam paparannya, Zainul Ahwan, yang akrab disapa Cak Zeen, memaparkan perkembangan signifikan desa wisata di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada tahun 2023 tercatat 4.674 desa wisata di Indonesia, meningkat 36,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 3.419 desa wisata. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak desa yang berusaha mengembangkan potensi pariwisatanya.
Cak Zeen menyoroti tren saat ini di mana banyak desa berlomba-lomba membangun atraksi wisata yang seragam, seperti jembatan kaca, sepeda tali, rumah kaca, dan berbagai objek foto unik lainnya yang sering kali tidak mencerminkan kekhasan desa itu sendiri. Ia menekankan bahwa penting bagi setiap desa wisata untuk memiliki selling point yang autentik, yang disebutnya sebagai “MAHKOTA” desa. Menurutnya, “MAHKOTA” desa wisata adalah karakteristik lokal yang unik dan harus mencerminkan kearifan lokal (local wisdom) yang asli. Ini bisa berupa budaya, tradisi, atau potensi alam yang khas dari masing-masing desa, baik itu di tingkat lokal, kecamatan, maupun kabupaten sebagai fungsi integreter. “Pelaku atau penggerak desa wisata harus jeli mencari dan menonjolkan MAHKOTA tersebut agar desa wisata memiliki daya tarik yang berbeda,” ujar Mantan Kaprodi Ilmu Komunikasi Univ. Yudharta tersebut.
Selain itu, Cak Zeen juga mengingatkan pentingnya penyusunan masterplan desa wisata. Menurutnya, sebuah desa perlu memiliki masterplan yang jelas untuk mengukur seberapa dekat desa tersebut dengan visi pariwisata yang ingin dicapai. “Masterplan desa harus selaras dengan masterplan daerah agar pengembangan wisata terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pengelola desa wisata dalam memaksimalkan potensi lokal, sehingga dapat meningkatkan daya tarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Author: Kontributor









