Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 13 Mei 2026

Heboh Isu Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar: TikTok dan Instagram Ramai Bahas Pabrik Gelap

Portalarjuna.net, Pasuruan, 25 Desember 2024 – Isu mengenai pabrik uang palsu yang diduga beroperasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial, terutama melalui platform TikTok dan Instagram. Konten yang mengangkat dugaan tersebut telah mengundang perhatian warga net, memicu perdebatan, dan menimbulkan berbagai reaksi di dunia maya.

Sebuah video yang diunggah oleh akun dapoerna_ceuceu di TikTok mengklaim bahwa pembuatan uang palsu di UIN Alauddin telah berlangsung sejak tahun 2010. Video tersebut menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sempat dihentikan beberapa waktu, namun kembali berlanjut pada 2022 dengan versi uang palsu yang lebih canggih. Video yang telah mendapatkan lebih dari 19.600 likes, 1.499 komentar, dan lebih dari 3.000 kali dibagikan ini menyebar dengan cepat dan menjadi topik pembicaraan utama di TikTok.

Tidak hanya TikTok, platform Instagram juga ikut ramai dengan isu yang sama. Akun winnews_ mengunggah sebuah reel yang mempertanyakan bagaimana pabrik uang palsu tersebut bisa beroperasi di lingkungan kampus, siapa saja yang terlibat, dan tujuan dari pembuatan uang palsu tersebut. Dengan lebih dari 24.000 likes dan lebih dari 5.000 komentar, reel ini turut memperburuk kegaduhan di media sosial.

Meskipun kedua konten ini telah menarik perhatian besar, penting untuk dicatat bahwa informasi yang disampaikan belum terverifikasi dan masih membutuhkan klarifikasi dari pihak yang berwenang. Hingga saat ini, pihak UIN Alauddin belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut, sementara aparat kepolisian dikabarkan tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran isu ini.

Isu ini menyoroti potensi bahaya peredaran uang palsu yang bisa meresahkan masyarakat. Selain itu, juga memunculkan pertanyaan tentang pengawasan di lingkungan pendidikan dan peran lembaga pendidikan dalam pencegahan kejahatan. Masyarakat dihimbau untuk lebih kritis dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial dan selalu memverifikasi kebenarannya sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.

Author : Isy Sabela Mardliyah

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial