Pasuruan, Jawa Timur
Selasa, 12 Mei 2026

Kasus Pemerasan Polisi Terhadap Penonton DWP 2024, Korban Sebut Uang yang DiperasCapai Rp 32 Miliar

Portalarjuna.net, Jakarta, 25 Desember 2024 – Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan belasan oknum polisi terhadap warga negara Malaysia di ajang konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, terus bergulir. Sejumlah 18 anggota polisi diduga terlibat dalam pemerasan terhadap penonton asal Malaysia yang hadir di konser tersebut. Seiring dengan beredarnya informasi ini, 12 nama anggota polisi yang diduga terlibat telah terungkap ke publik.

Nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus ini mencakup beberapa pejabat tinggi di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, termasuk Kasubdit III AKBP Malvino Edward, serta sejumlah anggota dari Satuan Narkoba lainnya seperti Kompol Jamalinus dan Kompol Dzul Fadian. Mereka diduga terlibat dalam pemerasan yang menimpa 400 penonton DWP yang merupakan warga negara Malaysia.

Namun, Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menanggapi beredarnya daftar nama tersebut dengan hati-hati. Dalam keterangannya, Abdul Karim mengakui bahwa beberapa nama yang beredar memang ada dalam daftar tersebut, namun ia tidak memastikan apakah mereka terlibat langsung dalam pemerasan. “Hahaha… itu dapat namanya dari mana itu? Ya beberapa nama memang ada di situ,” ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (24/12/24). Di lansir dari https://Tribunnews.com/Reynas

Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa total uang hasil pemerasan yang dilakukan oknum polisi tersebut berjumlah Rp 2,5 miliar. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan klaim sebelumnya yang menyebutkan bahwa uang yang berhasil diperas mencapai 9 juta ringgit, atau sekitar Rp 32 miliar, sebagaimana diungkapkan oleh salah satu korban. Abdul Karim mengklarifikasi bahwa angka yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan selama penyelidikan. “Perlu saya luruskan juga bahwa barang bukti yang telah kita amankan jumlahnya Rp 2,5 miliar,” tambahnya.

Kasus ini mencuat setelah munculnya flyer yang berisi daftar nama oknum polisi yang diduga terlibat dalam pemerasan tersebut. Para korban yang berasal dari Malaysia mengaku diperas dengan ancaman terkait masalah narkoba. Kepolisian kini tengah melanjutkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap lebih banyak pelaku dan memastikan keadilan bagi para korban.

Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polri, yang memicu sorotan tajam dari publik dan kebutuhan untuk pembenahan dalam internal kepolisian.

Author : Ida Puput Sari

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial