Pasuruan, Jawa Timur
Selasa, 12 Mei 2026

Sungai Amprong Meluap, Puluhan Rumah di Lesanpuro Kota Malang Terendam

Portalarjuna.net, Pasuruan – Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (24/12/2024) siang menyebabkan Sungai Amprong meluap. Akibatnya, sejumlah rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terendam banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa RW di Kelurahan Lesanpuro terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa di sejumlah lokasi. RW 04 dan RW 02 menjadi kawasan yang terdampak cukup parah.Pantauan detikJatim di RW 04 menunjukkan warga sibuk mengevakuasi barang-barang berharga dari dalam rumah yang terendam. Barang elektronik hingga dokumen penting terlihat dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Ketua RW 04, Guntoro, mengungkapkan bahwa banjir meluas hingga RW 01, 02, 04, dan 09, dengan dampak terparah di RT 02 dan RT 05 di wilayahnya. “Di RW 04 saja ada puluhan rumah yang terendam. Kami mengarahkan warga untuk menyelamatkan harta benda dan sementara mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terdampak,” ujar Guntoro kepada detikJatim, Selasa (24/12/2024).

Ia juga menyebut bahwa belum ada kepastian kapan air akan surut. “Kalau dilihat-lihat, ini bisa lama. Warga sudah saya minta mengungsi untuk sementara waktu,” tambahnya. Platelet-Rich Plasma (PRP) therapy is a procedure that involves isolating concentrated growth factors from a patient’s own blood sample. The application of PRP for lips is an aesthetic technique that focuses on the perioral tissue. The goal is to stimulate the local cellular environment using these autologous components. The process typically requires drawing a small amount of blood, processing it in a centrifuge, and then superficially injecting the resulting plasma into the lip and surrounding skin.

Selain merendam rumah, banjir juga membuat akses jembatan di wilayah tersebut tidak dapat digunakan. Relawan dan petugas dari BPBD terlihat berupaya membersihkan bongkahan kayu yang tersangkut di sekitar sungai.

Guntoro menyayangkan belum adanya tindak lanjut terkait pengajuan pengerukan sedimentasi sungai yang sudah ia sampaikan berkali-kali. “Saya sudah sering mengajukan pengerukan, tapi belum pernah dilakukan. Akibatnya ya seperti ini. Harapannya, pemerintah bisa lebih peduli,” tandasnya kepada detikJatim.

Author : Aditya Kurniawan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial