Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 9 Mei 2026

Penemuan Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Gegerkan Warga Jelbuk, Jember

Portalarjuna,net Jember, Jawa Timur – Warga Dusun Krajan, Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di area saluran irigasi persawahan belakang Koperasi Unit Desa (KUD) Jelbuk, pada Selasa pagi (31/12).

Dilansir dari holopiscom, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang petani bernama Khotib. Saat itu, ia sedang berjalan menuju sawahnya sekitar pukul 07.30 WIB. “Awalnya saya mendengar suara tangisan, tapi saya kira itu suara musang,” ujar Khotib. Namun, rasa penasarannya membawanya untuk mendekati lokasi asal suara tersebut. Betapa terkejutnya Khotib saat menemukan seorang bayi tanpa busana yang tergeletak di semak-semak dekat saluran irigasi.

Khotib segera mengabarkan penemuan ini kepada warga setempat. Dalam waktu singkat, lokasi penemuan bayi dipenuhi oleh warga yang penasaran sekaligus prihatin. Aparat desa dan pihak kepolisian juga langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi bayi tersebut.

Bayi yang ditemukan dalam kondisi lemah segera mendapatkan perawatan awal sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Berdasarkan keterangan warga, bayi tersebut diperkirakan baru saja dilahirkan sebelum akhirnya dibuang. “Kami sangat prihatin melihat kondisinya, apalagi bayi itu ditemukan tanpa sehelai kain pun di tubuhnya,” ujar seorang warga yang ikut membantu proses evakuasi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembuangan bayi tersebut. Beberapa saksi, termasuk warga yang tinggal di sekitar lokasi penemuan, sedang dimintai keterangan lebih lanjut.

Penemuan bayi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Dusun Krajan. Banyak warga yang mengecam tindakan pelaku yang tega membuang bayi yang tidak berdosa tersebut. “Semoga pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas seorang warga.

Sementara itu, bayi tersebut kini berada dalam pengawasan pihak medis dan dinyatakan berada dalam kondisi stabil. Dinas Sosial setempat juga disebutkan akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bayi mendapatkan perlindungan yang layak.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan sosial terkait tanggung jawab keluarga dan perlindungan anak. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan edukasi dan program pendampingan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.
Sumber: Dikutip dari holopiscom

Author : Muhammad Rudi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial