Portalarjuna.net, Pasuruan – Biro Pendidikan Pusat Pondok Pesantren Ngalah menggelar acara Ihtitam, sebuah kegiatan yang menjadi ajang evaluasi keilmuan sekaligus bentuk apresiasi bagi para santri yang telah menyelesaikan kajian kitab kuning. Acara ini berlangsung selama lima hari, dimulai dari Kamis malam hingga Selasa malam (11/02/2025), bertempat di Aula Wali Songo.
Berbeda dengan Wisuda, Ihtitam memiliki keistimewaan tersendiri, yakni adanya pemberian sanad kitab serta ijazah Amsilati kepada santri yang telah menyelesaikan pembelajaran kitab tertentu. Hal ini menandakan bahwa mereka telah mendapatkan pengakuan dari para guru atas kemampuannya dalam memahami dan mengkaji kitab secara mendalam.
Sebelum memasuki acara puncak, rangkaian kegiatan diawali dengan khataman kitab selama empat hari berturut-turut, dengan jadwal sebagai berikut:
– Hari pertama: Khataman Kitab Jurumiyah dan Mukhtasar Jiddan
– Hari kedua: Khataman Kitab Safinah
– Hari ketiga: Khataman Kitab Taqrib
– Hari keempat: Khataman Kitab Fathul Qorib
Acara puncak ihtitam menjadi momen berharga bagi santri yang telah berhasil menuntaskan kajian satu kitab. Hal ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas usaha, ketekunan, dan kerja keras mereka dalam memperdalam ilmu agama. Selain itu, ihtitam juga bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman, ketelitian, dan kemampuan santri dalam membaca serta memahami kitab kuning, yang merupakan bagian fundamental dalam sistem pendidikan pesantren.
Acara ini semakin meriah dengan kehadiran para tokoh penting, di antaranya Agus Muhammada dan Kepala Pondok Pesantren Ngalah, Ustadz Faidlus Syukri, yang turut memberikan dorongan semangat serta nasehat kepada para santri. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ihtitam memiliki nilai yang sangat penting, baik dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren maupun dalam membangun generasi santri yang unggul dalam bidang agama.
Ketua panitia ihtitam, Ustadz Fajar, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar bagi para santri agar semangat mereka dalam belajar tidak berhenti sampai di sini.
“Saya berharap para santri tidak hanya puas dengan pencapaian ini. Jangan berhenti di sini, teruslah bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengkhatamkan lebih banyak kitab lainnya. Semakin banyak kitab yang dikaji, semakin luas pula wawasan dan pemahaman yang diperoleh. Ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan keistiqamahan, dan saya berharap para santri dapat menjalaninya dengan penuh keikhlasan serta kesungguhan,” tuturnya (12/02/2025).
Dengan terselenggaranya ihtitam ini, diharapkan para santri semakin terdorong untuk terus memperdalam ilmu agama serta mengamalkan apa yang telah mereka pelajari. Acara ini juga menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan Islam, serta mencetak generasi yang tidak hanya paham agama tetapi juga memiliki sanad keilmuan yang jelas dan terpercaya.
Author : Muhammad Rudi









