Portalarjuna.net, Pasuruan – Hujan deras yang turun pada Senin malam (25/5) sekitar pukul 23.00 WIB menyebabkan sejumlah wilayah permukiman di Pasuruan terendam banjir. Selain air yang tiba-tiba meluap, aliran listrik juga padam secara mendadak. Peristiwa ini membuat warga terkejut dan panik. (26/05/2025)
Seorang warga Bernama Ibu Mariyati (43) di kawasan terdampak menceritakan kronologi banjir tersebut. Ia mengaku air mulai masuk ke rumah bersamaan dengan padamnya listrik. “Jam 11 malam, hujan turun sangat deras. Tiba-tiba air datang deras, serrr, langsung listrik padam. Kami gelagapan, enggak sempat bersiap,” ujarnya sambil menunjukkan lantai rumah yang masih basah.
Air tidak hanya merendam bagian dalam rumah, tetapi juga menenggelamkan warung milik warga. “Kalau di dalam rumah saya cuma selutut. Tapi di luar, warung saya tenggelam. Apalagi rumah Bu Mariyati itu sampai sepinggang,” katanya sambil menunjuk rumah tetangganya.
Meski genangan air cukup tinggi, sebagian warga mengaku tidak terlalu kaget. Banjir sudah menjadi kejadian berulang setiap musim hujan. “Kalau musim hujan, ya pasti seperti ini. Sudah langganan, Pak. Kadang air masuk dari hujan langsung, kadang dari gorong-gorong yang mampet. Jadi sudah biasa,” jelas warga tersebut dengan nada pasrah.
Namun, kondisi tersebut tetap menyulitkan aktivitas warga. Banyak dari mereka terpaksa begadang untuk mengamankan barang-barang. Beberapa lainnya mengevakuasi anak-anak dan lansia ke rumah saudara yang lebih tinggi.
Hingga pagi hari, air belum sepenuhnya surut. Warga membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki perabot yang basah. Mereka berharap pemerintah turun tangan memperbaiki saluran drainase yang sudah lama rusak.
“Kami cuma minta saluran airnya dibersihkan. Gorong-gorong itu enggak kuat nampung air. Kalau terus begini, tiap hujan ya banjir lagi,” tambah warga.
Banjir kali ini menambah daftar panjang peristiwa genangan di wilayah tersebut. Tanpa penanganan serius, warga dipastikan akan terus menghadapi risiko yang sama saat hujan deras kembali turun.
Author: Ifatul Mardiyah









