Portalarjuna.net, Purwosari — Ruang kelas Madrasah Diniyah Darut Taqwa, Pondok Pesantren Ngalah, kembali hidup dengan semangat para santri baru yang resmi memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) diniyah. Momentum ini menjadi titik awal bagi mereka dalam menyelami kedalaman ilmu-ilmu keislaman.
Dengan seragam putih biru muda khas madin, para santri duduk tertib di hadapan kitab-kitab dasar. Mereka terlihat antusias menyimak materi dari para ustadz, menulis catatan, dan aktif bertanya. Tak hanya menjadi aktivitas rutin, KBM diniyah merupakan langkah awal penting dalam membangun karakter dan pondasi keilmuan santri selama menimba ilmu di pesantren.
“KBM diniyah ini bukan sekadar belajar kitab kuning, tapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan santri sejak dini,” ujar Ust. Taufiqurrohman, salah satu pengajar Madrasah Diniyah Darut Taqwa, pada Kamis (17/07/25).
Madrasah Diniyah Darut Taqwa membekali santri dengan beberapa kitab. Metode sorogan dan bandongan tetap dipertahankan sebagai ciri khas pesantren, menjadikan proses belajar tidak hanya memahami teks, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai adab. “Belajar diniyah itu pondasi utama. Kalau pondasinya kokoh, maka bangunan keilmuan dan akhlaknya akan kuat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari Yayasan Darut Taqwa, Madrasah Diniyah menjadi pintu pertama yang menyambut dan membimbing santri baru menuju kehidupan pesantren yang lebih dalam.
Author : Khulafaur Rasyidin









