Portalarjuna.net, Pasuruan- Air Terjun Putuk Truno di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca mendung yang membuat sebagian wisatawan enggan beraktivitas di area wisata alam terbuka. Padahal, berdasarkan keterangan pengelola, kawasan tersebut jarang mengalami banjir maupun gangguan cuaca ekstrem lainnya.
Eko, anggota tim pengelola wisata Putuk Truno, menegaskan bahwa penurunan pengunjung bukan disebabkan faktor keselamatan. “Ya cuaca ini, Mbak. Tapi sebenarnya kalau banjir itu jarang, bahkan hampir nggak pernah. Mungkin orang-orang aja yang males cuaca mendung ke sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, persepsi masyarakat tentang potensi bahaya saat cuaca mendung menjadi salah satu pemicu sepinya kunjungan di hari biasa. Wisatawan lebih memilih datang saat cuaca cerah, meskipun jalur menuju air terjun dinilai aman dan fasilitas tetap berfungsi optimal. “Selama ini aman, Mbak. Paling ya sepi kalau mendung. Kalau libur atau weekend biasanya naik lagi,” tambahnya.
Pengelola menyatakan telah berupaya menjaga kenyamanan kunjungan, mulai dari pengecekan jalur trekking, kebersihan area, hingga penyebaran informasi kondisi cuaca secara berkala melalui media sosial. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran wisatawan dan memastikan bahwa Putuk Truno tetap menjadi pilihan destinasi alam yang aman dikunjungi.
Dengan semakin dekatnya musim liburan akhir tahun, pihak pengelola optimistis jumlah pengunjung akan kembali meningkat seiring perbaikan cuaca dan meningkatnya mobilitas wisatawan. Mereka juga mengimbau masyarakat tidak ragu mengunjungi Putuk Truno karena kondisi kawasan relatif stabil dan jarang terdampak bencana.
Selain itu, pengelola juga menilai bahwa tren kunjungan yang menurun saat cuaca mendung merupakan pola musiman yang sering terjadi di destinasi wisata alam. Meski demikian, mereka memastikan bahwa jalur menuju air terjun telah ditangani dengan standar keamanan yang memadai, termasuk pemasangan rambu peringatan, pengawasan petugas lapangan, serta pengecekan berkala pada area rawan licin. Dengan langkah-langkah tersebut, pihak pengelola berharap wisatawan merasa lebih percaya diri untuk tetap berkunjung meski kondisi langit tidak sepenuhnya cerah.
Author: Aisyah Ummul Mukminin









