Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 21 Juni 2026

Pedagang Mangga Asal Pasuruan Bertahan Hidup di Pasar Lawang Demi Sekolahkan Tiga Anak

Portalarjuna.net,Lawang – Aktivitas keseharian Ibu Sud, seorang pedagang mangga berusia 59 tahun asal Wonorejo, Pasuruan, menjadi potret perjuangan pekerja sektor informal yang bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Setiap hari, sejak pukul 06.00 hingga 15.00, ia menempuh perjalanan menggunakan kendaraan umum menuju Pasar Lawang untuk menjajakan dagangannya.

Di tengah hiruk-pikuk pasar, Ibu Sud terlihat menata tumpukan mangga yang ia beli dari pemasok sebelum dijual kembali seharga Rp10.000 per kilogram. Dengan duduk di trotoar sempit di depan kios-kios pasar, aktivitasnya berlangsung tanpa perlindungan memadai dari panas maupun hujan. Lokasi yang serba sederhana itu menjadi ruang kerja tetap baginya selama bertahun-tahun.

Saat ditemui, Ibu Sud tampak sibuk menimbang mangga pesanan pembeli. Gerakannya yang cekatan menunjukkan rutinitas yang sudah melekat sejak lama. Meski bekerja seorang diri, ia tetap melayani pembeli dengan ramah. “Ya beginilah setiap hari, Mbak. Yang penting bisa buat sekolah anak-anak,” ujarnya dalam percakapan singkat.
Dalam satu hari berjualan, penghasilan Ibu Sud tidak menentu dan bergantung pada jumlah pembeli yang datang. Namun, dari pendapatan itulah ia berusaha mencukupi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan tiga anaknya. Satu di antaranya saat ini sedang menempuh pendidikan kuliah, sementara dua lainnya masih bersekolah.

 

Dokumentasi foto yang diambil di lokasi memperlihatkan bagaimana Ibu Sud menjalani seluruh proses jual beli dengan penuh ketekunan dari menata dagangan, menimbang buah, hingga menyerahkan pesanan pembeli yang datang dengan motor. Beberapa foto juga menunjukkan dirinya tengah beristirahat sejenak di samping timbangan dan keranjang mangga, menggambarkan kelelahan yang menyatu dengan realitas pedagang kecil.

Kisah Ibu Sud menjadi pengingat bahwa di balik ramainya pasar tradisional, terdapat banyak pekerja informal yang menopang hidup keluarga dengan usaha sederhana namun penuh keteguhan. Di trotoar Pasar Lawang, dedikasi seorang ibu yang setiap hari menempuh perjalanan puluhan kilometer terus berlangsung tanpa keluhan, demi memastikan pendidikan anak-anaknya tidak terputus.

Author: Shela Syvanaya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial