Portalarjuna.net, Pasuruan- Aktivitas wisata di Candi Jawi, Prigen, Kabupaten Pasuruan, mengalami peningkatan dengan hadirnya pengunjung mancanegara dan maraknya produksi konten digital. Fenomena ini turut memperkuat posisi Candi Jawi sebagai destinasi sejarah, religi, dan ruang kreatif bagi pengunjung.
Jurupiara Candi Jawi, Sumadi, mengatakan bahwa selain rombongan pelajar, candi tersebut kini sering didatangi wisatawan dari luar negeri. “Barusan juga ada dari India. Dari luar juga, karena sering ada di sini,” ujarnya saat ditemui di area candi pada 20/11/25.
Selain wisatawan umum, para pembuat konten digital turut memanfaatkan kawasan Candi Jawi sebagai lokasi produksi. Menurut Sumadi, berbagai kegiatan kreatif kerap dilakukan di tempat itu. “Sering buat acara video-video vlog, buat klip-klip musik, kayak Monata dan lain sebagainya,” katanya.
Pihak pengelola mengizinkan kegiatan fotografi maupun videografi selama pengunjung mengikuti aturan yang berlaku. “Boleh, nanti kita di sini juga ada aturan-aturan tertentu, seperti apa yang tidak boleh dan bagaimana caranya agar masuk ke dalam dan tata caranya,” tutur Sumadi.
Candi Jawi merupakan salah satu situs peninggalan penting dari era Kerajaan Singosari yang dibangun pada abad ke-13 oleh Raja Kertanegara. Struktur bangunannya menampilkan perpaduan arsitektur Hindu dan Buddha, yang menjadi ciri khas penyatuan dua tradisi keagamaan pada masa itu. Hingga kini, fungsi religius candi masih bertahan dan dimanfaatkan masyarakat, baik untuk kegiatan ibadah maupun pelaksanaan ritual budaya. “Candi ini juga masih aktif buat ibadah, masih aktif buat ritual pecinta budaya,” jelasnya.
Selain tetap menjalankan peran spiritual, Candi Jawi juga mengalami peningkatan kunjungan dari berbagai kelompok pengunjung. Aktivitas wisata dan pembuatan konten digital semakin sering dilakukan di kawasan tersebut, seiring bertambahnya minat masyarakat terhadap situs bersejarah.
Pengelola berharap perkembangan tersebut dapat diimbangi dengan pemahaman publik mengenai nilai sejarah candi. Dengan demikian, Candi Jawi dapat terus berfungsi sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, tanpa mengabaikan aspek pelestarian situs yang menjadi tanggung jawab bersama.
Author: Aisyah Ummul Mukminin






