Portalarjuna.net, Trawas, Mojokerto – Destinasi wisata Bernah de Vallei yang terletak di kawasan lereng pegunungan Pacet, Mojokerto, terus menunjukkan eksistensinya sebagai pusat eduekowisata unggulan. Mengusung konsep pelestarian alam yang berpadu dengan fasilitas rekreasi modern, tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan 12/11/2025.
Pada Rabu siang, suasana asri hutan pinus menyambut ratusan wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai wahana, mulai dari kolam renang mata air alami hingga jalur trekking yang edukatif. Dalam sebuah sesi wawancara di lokasi, Izza, selaku representasi pengelola, menjelaskan bahwa visi utama Bernah de Vallei adalah menciptakan harmoni antara manusia dan ekosistem.
“Kami berkomitmen untuk menjaga otentisitas alam di sini. Pembangunan fasilitas dilakukan secara terukur agar tidak merusak vegetasi asli, sehingga wisatawan tidak hanya sekadar bermain, tetapi juga belajar menghargai lingkungan,” ujar Izza. la menambahkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan pada bulan November ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam (nature-based tourism ”
Dayat, seorang wisatawan yang datang bersama keluarganya, memberikan testimoni positif mengenai kunjungannya hari ini. Menurutnya, aksesibilitas dan keberagaman fasilitas menjadi daya tarik utama yang membuatnya memilih destinasi ini.
“Saya terkesan dengan kejernihan airnya dan udara yang sangat bersih. Sebagai orang kota, ruang terbuka hijau seperti ini sangat krusial untuk kesehatan mental dan fisik,” ungkap Dayat saat ditemui di dekat area replika dinosaurus yang ikonik di kawasan tersebut “.
Senada dengan hal tersebut, Salsa, wisatawan lainnya, menyoroti aspek estetika dan nilai edukasi yang ditawarkan. Sebagai seorang mahasiswa, ia menilai bahwa penataan lanskap di Bernah de Vallei sangat mendukung tren micro-adventure yang sedang popule. Keluarganya, memberikan testimoni positif mengenai kunjungannya hari ini. Menurutnya, aksesibilitas dan keberagaman fasilitas menjadi daya tarik utama yang membuatnya memilih destinasi ini.
“Saya terkesan dengan kejernihan airnya dan udara yang sangat bersih. Sebagai orang kota, ruang terbuka hijau seperti ini sangat krusial untuk kesehatan mental dan fisik,” ungkap Dayat saat ditemui di dekat area replika dinosaurus yang ikonik di kawasan tersebut “.
Senada dengan hal tersebut, Salsa, wisatawan lainnya, menyoroti aspek estetika dan nilai edukasi yang ditawarkan. Sebagai seorang mahasiswa, ia menilai bahwa penataan lanskap di Bernah de Vallei sangat mendukung tren micro-adventure yang sedang populer.
” Selain tempatnya yang estetik untuk dokumentasi sosial media, saya melihat banyak papan informasi mengenai jenis tanaman dan pentingnya menjaga kebersihan hutan. Ini adalah bentuk literasi lingkungan yang dikemas secara menyenangkan,” kata Salsa “.
Secara akademis, keberhasilan Bernah de Vallei dalam menarik minat publik terletak pada implementasi konsep destinasi yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan topografi lembah secara optimal, pengelola berhasil menyediakan sarana rekreasi tanpa menghilangkan fungsi hidrologis dan ekologis kawasan. Keberadaan satwa buatan dan taman bunga yang tertata rapi juga menjadi instrumen pendukung dalam menciptakan pengalaman sensorik yang lengkap bagi pengunjung dari berbagai kelompok usia.
Perkembangan Bernah de Vallei hingga November 2025 ini diproyeksikan akan terus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal di wilayah Pacet. Dengan sinergi antara edukasi lingkungan, kenyamanan fasilitas, dan pengelolaan yang profesional, destinasi ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata dapat ber jalan beriringan dengan upaya konservasi alam. Para pemangku kepentingan berharap tempat ini dapat menjadi model bagi pengembangan destinasi wisata serupa di wilayah Jawa Timur lainnya.
Author : Izzamaulyraaa









