Portalarjuna.net, Pasuruan – Kota Wisata Batu (KWB) tampaknya telah menghapus istilah “hari sepi” dari kalender pariwisatanya. Hingga memasuki awal tahun 2026 ini, arus wisatawan terus mengalir deras setiap harinya. Salah satu titik yang menjadi pusat kepadatan adalah kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Berbeda dengan daerah wisata lain yang biasanya hanya ramai pada akhir pekan (weekend), Alun-Alun Kota Batu terpantau dipadati pengunjung bahkan pada hari kerja (weekday). Fenomena ini membuktikan bahwa daya tarik kota pegunungan ini tetap kuat bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Faktor utama yang membuat kawasan ini selalu penuh adalah keberadaan pasar kuliner yang menjajakan beraneka ragam makanan. Mulai dari camilan tradisional hingga jajanan kekinian, semuanya tersedia dan menjadi incaran utama pengunjung, terutama bagi mereka yang memiliki hobi jajan. “Hampir setiap hari suasananya seperti ini (ramai). Banyak yang datang ke sini memang sengaja untuk mencari kulineran karena pilihannya sangat banyak dan harganya terjangkau bagi semua kalangan,” ujar salah satu pedagang di area Alun-Alun.
Selain faktor kuliner, kondisi geografis Kota Batu memegang peranan penting. Meskipun matahari berada di titik tertinggi pada siang hari, hawa sejuk khas pegunungan tetap menyelimuti kawasan ini. Hal inilah yang membuat pengunjung betah berlama-lama menghabiskan waktu di area terbuka tanpa merasa gerah.
Perpaduan antara ketersediaan kuliner yang lengkap dan iklim yang mendukung menjadikan Alun-alun Kota Batu sebagai pusat keramaian yang tidak pernah mati. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban di area publik demi kenyamanan bersama.
Author : Khoirotun Nisa’
















