Portalarjuna.net, Pasuruan – Di tengah naik turunnya kondisi perekonomian, usaha kecil berbasis pangan tetap menjadi sandaran utama masyarakat. Hal tersebut tercermin dari aktivitas Nurkhamin (35), penjual tempe asal Desa Parerejo, Dusun Ngawen, RT 02 RW 13, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang hingga kini konsisten berjualan setiap hari.
Nurkhamin memproduksi tempe secara mandiri di rumahnya. Setelah proses produksi selesai, tempe tersebut langsung dibawa berkeliling untuk dijual ke sejumlah wilayah, di antaranya Dusun Trimo, Dusun Andongbang, serta Desa Wonorjo. Dengan sepeda motor, ia menyusuri perkampungan demi memastikan dagangannya sampai kepada pelanggan.
Dari aktivitas tersebut, Nurkhamin mampu memperoleh omzet harian sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu. Meski dijalankan secara sederhana, usaha ini menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya sekaligus memenuhi kebutuhan pangan warga sekitar.
Bagi Nurkhamin, tempe bukan sekadar barang dagangan, melainkan kebutuhan pokok yang selalu dicari masyarakat, apa pun kondisi ekonomi yang terjadi. Hal itu pula yang membuatnya memilih untuk tetap berjualan tanpa mengenal hari libur.
“Tempe itu sudah jadi nyawa di meja makan masyarakat. Kondisi ekonomi boleh berubah, tapi kebutuhan orang terhadap tempe tidak pernah berhenti. Karena itu saya tetap berjualan setiap hari, sebab pasokan pangan ini selalu dibutuhkan,” ujar Nurkhamin.
Keberadaan pedagang tempe keliling seperti Nurkhamin menunjukkan peran penting pelaku usaha kecil dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal. Di balik kesederhanaan usahanya, terdapat kontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi desa sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sehari hari.
Author: M. Mudhofar






