Portalarjuna.net, Pasuruan – Tren kunjungan wisatawan lokal ke Bali pada momen libur Tahun Baru 2026 mengalami pergeseran sentimen yang cukup signifikan. Salah satu warga Pasuruan yang kerap menghabiskan waktu berlibur ke Pulau Dewata mengungkapkan kekecewaannya terkait rumor dan pengalaman buruk mengenai pelayanan yang dianggap lebih mengutamakan turis asing.
Isu mengenai “pilih kasih” oknum pelaku pariwisata di Bali ini mencuat setelah banyak unggahan di media sosial yang viral. Warga lokal merasa disepelekan saat bersaing mendapatkan pelayanan di restoran, hotel, maupun destinasi wisata dibandingkan dengan wisatawan mancanegara.
Salah satu warga Pasuruan yang membatalkan rencana perjalanannya ke Bali, mengaku merasa keberatan dengan sikap oknum di sana. Menurutnya, standar pelayanan seharusnya tidak dibedakan berdasarkan kewarganegaraan atau mata uang yang digunakan.
“Kami merasa ada perbedaan perlakuan. Begitu ada turis asing, mereka didahulukan, sementara kita yang warga lokal sering kali seperti dianggap tidak ada. Padahal kami ke sana juga untuk belanja dan menikmati wisata secara resmi,” ungkapnya pada Rabu (07/01/2026) sambil menunjukkan video di media sosial.
Sentimen ini menyebar cepat di jagat maya. Satu pengalaman buruk yang dibagikan di media sosial memicu gelombang solidaritas dari warga Indonesia lainnya yang merasakan hal serupa. Dampaknya, Bali yang biasanya penuh sesak oleh wisatawan domestik di awal Januari, kini mulai dirasakan lebih sepi oleh segmen pengunjung lokal. Banyak pihak menyayangkan kondisi ini, mengingat Bali adalah aset wisata terbesar Indonesia. Masyarakat berpendapat bahwa demi menjaga keberlangsungan pariwisata jangka panjang, setiap pengunjung—baik lokal maupun internasional—harus mendapatkan pelayanan prima yang setara.
Hal ini menjadi sorotan serius bagi para pelaku industri pariwisata. Jika citra buruk ini terus berkembang di media sosial, dikhawatirkan warga Indonesia akan lebih memilih mengalihkan anggaran wisatanya ke destinasi domestik lain atau ke luar negeri yang lebih menghargai turis Indonesia.
Harapan besarnya, Bali tetap menjadi destinasi yang dicintai rakyatnya sendiri dengan cara memperbaiki etos pelayanan, sehingga keramahan khas Indonesia benar-benar dirasakan oleh seluruh tamu tanpa terkecuali.
Author : Khoirotun Nisa’
















